Setiap makhluk hidup pasti akan bergerak, tak terkecuali tumbuhan. Meskipun tumbuhan terlihat selalu diam, sesungguhnya tumbuhan bergerak, lho! Di artikel ini akan dijelaskan mengenai gerak pada hewan dan tumbuhan yang ada di pelajaran Biologi, mulai dari pengertian sistem gerak serta sistem gerak pada hewan dan tumbuhan. Apa Itu Sistem Gerak? Tahukah kamu apa itu sistem gerak? Apabila ditinjau secara ilmiah, sistem gerak adalah reaksi yang terjadi pada makhluk hidup terhadap rangsangan. Tentunya, pada hewan dan tumbuhan memiliki perbedaan dalam sistem geraknya. Lalu, apa perbedaan antara gerak hewan dan tumbuhan? Perbedaan keduanya sangat jelas terlihat. Hewan memiliki alat gerak aktif, seperti sayap, sirip, kaki, dan lainnya. Hal tersebut yang membuat gerakan hewan disebut gerak aktif. Namun, pada tumbuhan, tidak ada alat gerak pasif. Gerakan pada tumbuhan disebut gerak pasif. Sistem Gerak Hewan Ada banyak cara untuk hewan bergerak. Bergeraknya hewan tersebut menggunakan otot dan rangkanya. Setiap hewan bergerak dengan cara kerja sistem gerak yang berbeda-beda. Sistem gerak hewan ini dikelompokkan menjadi tiga, sistem gerak hewan dalam air, di udara, dan di darat. Di bawah ini penjelasannya Gerak hewan dalam air Kerapatan air lebih besar dibandingkan udara. Sehingga, hewan lebih sulit bergerak di air. Lebih lanjut, air juga memiliki gaya angkat yang lebih besar dibandingkan dengan udara. Hewan yang hidup di air memiliki massa jenis lebih kecil dibandingkan massa jenis lingkungannya, hal tersebut yang membuat hewan dapat melayang di air dan bergerak dengan mudah, selain itu dibantu dengan gaya angkat air. Ciri-ciri hewan yang hidup di air memiliki bentuk torpedo streamline. Bentuk tubuh ini yang membuat hewan-hewan air bisa bergerak dengan mudah di dalam air dan mengurangi hambatan yang besar terjadi saat mereka bergerak. Contoh hewan yang bergerak di air adalah ikan. Tubuh ikan dilengkapi dengan otot dan tulang belakang yang lebih fleksibel. Tujuannya adalah untuk mendorong ekor dan sirip di dalam air. Sementara itu, pada ikan ada sirip tambahan yang fungsinya untuk menjaga keseimbangan. Kemudian, untuk mengatur gerakan ikan yang naik turun, menggunakan gelembung renang yang biasanya mengeluarkan oksigen. Alat gerak untuk sebagian besar ikan adalah bagian lateral pada tubuh dan sirip ekornya, agar mendapatkan gaya dorong ke depan. Namun, ada beberapa ikan yang menggunakan sirip pasangan dan tengah. Ikan-ikan yang bergerak dengan sirip pasangan dan tengah ini adalah ikan yang tinggal di terumbu karang. Ikan ini tidak bisa bergerak secepat ikan yang bergerak dengan bagian tubuh lateral dan sirip ekor. Gerak hewan di udara Apakah kamu pernah melihat burung terbang? Burung adalah salah satu hewan yang dapat bergerak di udara. Pernahkah kamu bertanya, bagaimana burung bisa terbang serta mampu melawan gravitasi yang menjadi masalah utama hewan dapat melayang di udara? Agar hewan bisa terbang di udara, tubuh hewan harus punya gaya angkat yang besar agar bisa mengimbangi gaya gravitasi. Hal tersebut karena hewan tidak mungkin punya massa jenis yang mirip dengan massa jenis udara. Anggota tubuh burung yang mampu memperbesar gaya angkat adalah sayap, yang menjadi ciri utama untuk hewan yang bergerak di udara. Prinsip kerja sayap pada burung sama dengan pesawat terbang. Sayap tersusun dari kerangka yang kuat namun ringan, selain itu otot pada sayap burung sangat kuat. Bentuk sayap burung sedikit melengkung ke atas, tujuannya agar udara yang mengalir di atas sayap lebih cepat dibandingkan udara di bagian bawah. Dari situlah gaya angkat dan dorong muncul, membuat burung bisa bergerak dengan efektif. Saat burung mengepakkan sayapnya, akan menghasilkan gaya aksi terhadap udara di bawah saya, nantinya udara akan mengalir ke bawah. Apabila dilihat dari Gaya Newton III, jika benda memberikan gaya aksi pada benda kedua, maka benda akan memberikan gaya reaksi pada benda pertama. Gerak hewan di darat Dibandingkan dengan hewan di air dan udara, hewan di darat memiliki otot dan tulang yang lebih kuat. Hewan darat bergerak dengan mengandalkan otot dan rangkanya. Contohnya kuda berlari dengan kaki menggunakan otot yang berkoordinasi dengan rangka. Otot pada hewan darat dipakai berfungsi untuk mengatasi inersia dan menyimpan energi agar dapat melakukan aktivitasnya. Misalnya pada hewan-hewan besar seperti kerbau dan gajah. Untuk melawan massa tubuhnya yang berat, hewan tersebut harus melawan inersia yang angkanya sangat besar. Setiap hewan darat memiliki struktur tulang dan kekuatan otot yang berbeda-beda. Seperti pada kerbau dan gajah, di mana gajah lebih lincah dibandingkan kerbau meski massa tubuhnya lebih besar. Begitu pula dengan hewan-hewan lainnya. Sistem Gerak Tumbuhan Gerak pada tumbuhan tidak terlalu terlihat seperti gerak pada hewan dan manusia. Namun, pernahkah kamu melihat putri malu tertutup dengan sendirinya saat disentuh? Ya, itu adalah salah satu bentuk tumbuhan bergerak. Gerakan pada putri malu tersebut adalah salah satu respons dari rangsangan luar. Selain putri malu, bagaimana tumbuhan lain bergerak? Tumbuhan lain bergerak dengan cara menerima rangsang yang berbeda-beda. Berdasarkan arah datangnya rangsangan, gerak tumbuhan digolongkan menjadi gerak endonom, higrokopis, dan esionom. Di bawah ini akan dijelaskan lebih lengkapnya. Gerak endonom Gerak endonom adalah gerak pada tumbuhan yang terjadi akibat rangsangan dari dalam sel atau tubuh tumbuhan tersebut. Contoh tumbuhan yang mengalami gerak endonom adalah tumbuhan Hydrilla verticillata. Tumbuhan ini memiliki struktur tubuh seperti tembok yang ternyata adalah bagian dari sel daunnya. Pada sel daun Hydrilla verticillata ada cairan yang disebut sitoplasma, di mana di dalamnya terdapat butiran bulat berwarna hijau, disebut dengan kloroplas. Apabila kloroplas pada Hydrilla verticillata tersebut dilihat lebih cermat lagi, akan terlihat kloroplas bergerak berkeliling di dalam sel. Pergerakan ini disebut gerak siklosis. Pergerakan tersebut Gerak higroskopis Gerak higroskopis bisa dilihat pada dilihat pada polong-polongan, seperti kacang kedelai Glycine max, buah cangkring Erythrina variegata, dan biduri Asclepias gigantea. Polong-polongan tersebut apabila sudah tua kulit buahnya akan membuka. Kenapa bisa begitu? Buah polong yang sudah tua akan mengalami perubahan kadar air di dalam sel sehingga tidak akan merata. Nantinya akan terjadi pengerutan pada beberapa bagian buah secara tidak merata. Pengerutan tersebut yang membuat buah polong terbuka. Gerak esionom Gerak esionom adalah gerak tumbuhan karena adanya rangsangan dari luar tubuh tumbuhan. Gerak esionom ini masih dibedakan menjadi tiga berdasarkan respon yang diberikan tumbuhan, yaitu gerak tropisme, taksis, dan nasti. Berikut ini penjelasannya 1. Gerak tropisme Gerak tropisme adalah gerak tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi arah datangnya rangsangan dari luar. Arah gerak tropisme ada dua, yaitu tropisme positif yang mendekati ke sumber rangsang dan tropisme negatif yang menjauhi sumber rangsang. Sementara itu, gerak tropisme sendiri juga dibedakan berdasarkan jenis rangsangannya, yaitu Gerak fototropisme atau heliotropisme, jenis rangsangan yang membuat bergerak adalah cahaya. Gerak tumbuhan yang mendekati sumber cahaya disebut fototropisme positif, sedangkan yang menjauhi sumber cahaya yaitu fototropisme negatif. Gerak hidrotropisme pertumbuhan akar menuju sumber air. Gerak geotropisme atau gravitropisme arah gerak akar dan batang tumbuhan misalnya, jagung yang dipengaruhi gravitasi bumi. Gerak tumbuhan yang menjauhi pusat bumi disebut geotropisme positif, sementara kebalikannya adalah geotropisme negatif. Gerak tigmotropisme adalah gerak melilitnya sulur tumbuhan misalnya, mentimun, kacang panjang, labu, dan markisa pada tempat rambatan. Gerak kemotropisme adalah gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh zat kimia. Contohnya adalah gerakan buluh serbuk menuju sel telur yang dipengaruhi zat gula dari bakal buah. 2. Gerak taksis Gerak taksis adalah gerak pada tumbuhan yang mampu berpindah tempat dan arahnya dipengaruhi oleh rangsangan. Contoh tumbuhan yang mengalami gerak taksis adalah organisme bersel satu seperti Euglena viridis. Pergerakan Eglena viridis karena pengaruh cahaya disebut fototaksis. Tumbuhan ini membutuhkan cahaya untuk bertahan hidup, sehingga Euglena viridis akan bergerak mendekati cahaya. Tetapi di saat cahaya terlalu tinggi, tumbuhan ini akan bergerak menghindar. Pergerakan dari Euglena viridis disebabkan adanya flagela sebagai reseptor cahaya di tubuhnya. Selain fototaksis pada Euglena viridis, ada gerak kemotaksis yang dipengaruhi rangsangan berupa zat kimia. Contoh tanaman yang mengalami kemotaksis adalah tumbuhan lumut dan paku yang akan bereproduksi secara seksual dengan menghasilkan sel kelamin jantan spermatozoid. Spermatozoid pada tumbuhan paku dan lumut akan bergerak menuju sel kelamin betina yang ada di arkegonium karena adanya zat gula dan protein. 3. Gerak nasti Gerak nasti adalah gerakan pada tumbuhan yang tidak dipengaruhi arah datangnya rangsangan. Gerak nasti dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu Gerak seismonasti gerak tumbuhan karena getaran atau sentuhan, misalnya daun putri malu yang menutup apabila disentuh. Gerak nitinasti gerak tumbuhan karena adanya rangsangan karena kondisi berubah dari siang menjadi malam hari atau sebaliknya, misalnya bunga merak Caesalpinia pulcherrima dan daun tumbuhan lamtoro Leucaena Leucocephala yang daunnya menutup di malam hari dan membuka di siang hari. Gerak fotonasti gerak tumbuhan yang disebabkan adanya rangsangan cahaya, misalnya bunga pukul empat yang mekar di sore hari. Gerak termonasti gerak tumbuhan yang dipengaruhi rangsangan suhu, misalnya bunga tulip yang hanya mekar di musim semi karena lebih hangat.
Hewanbergerak untuk berbagai tujuan, antara lain untuk melindungi diri dari predator atau untuk mencari mangsa. 1. Gerak pada Tumbuhan. Tumbuhan melakukan gerakan sesuai dengan rangsang yang diperoleh. Rangsangan tersebut dapat berupa bahan kimia, suhu, gravitasi bumi, atau intensitas cahaya yang diterima.
- Setiap makhluk hidup di atas permukaan bumi memiliki kemampuan untuk bergerak, termasuk tumbuhan. Tumbuhan yang bergerak ini merupakan bentuk respon atas adanya rangsangan dari luar, baik fisik maupun rangsangan lainnya. Dalam dunia biologi, gerakan ini disebut sebagai gerak etionom. Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud, contoh gerak pada tumbuhan yang paling mudah kita temui ialah menutupnya daun putri malu saat disentuh. Contoh lainnya ialah gerak batang tumbuhan mengikuti arah sinar matahari. Secara garis besar, gerak etionom dibagi menjadi tiga, yaitu tropisme, nasti dan taktis. Berikut adalah penjelasannya Tropisme Mengutip dari diktat yang berjudul Gerak pada Tumbuhan 2017 karya I Wayan Wiraatmaja, gerak tropisme merupakan gerak pada tumbuhan yang dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan dari luar. Baca juga Apa Itu Etiolasi pada Tumbuhan?Tropisme berasal dari Bahasa Yunani trope, artinya membelok. Jika gerak tumbuhan mengikuti arah datangnya rangsangan, maka gerakannya disebut tropisme positif. Sedangkan jika gerakannya menjauhi rangsangan, maka disebut tropisme negatif. Contoh gerak tropisme adalah gerak batang tanaman yang menghadap ke arah sinar matahari, gerak akar tanaman ke pusat bumi, gerak akar tanaman ke arah sumber air dan gerak membelitnya batang tanaman bersulur. Gerak tropisme dibagi menjadi lima jenis, yaitu FototropismeGerak tumbuhan fototropisme diakibatkan oleh adanya rangsangan berupa sinar matahari. Contohnya daun tanaman yang mengikuti arah datangnya sinar matahari. GeotropismeGerak tumbuhan geotropisme diakibatkan oleh adanya rangsangan berupa gaya gravitasi bumi. Contohnya gerak pertumbuhan akar yang semakin dalam ke tanah. TigmotropismeGerak tumbuhan tigmotropisme diakibatkan oleh adanya rangsangan berupa sentuhan. Contohnya gerak tanaman yang pertumbuhannya merambat. KemotropismeGerak tumbuhan kemotropisme diakibatkan oleh adanya rangsangan berupa zat kimia. Contohnya gerak akar tanaman menuju ke pupuk yang diberikan di tanah atau ke unsur hara. HidrotropismeGerak tumbuhan hidrotropisme diakibatkan oleh adanya rangsangan berupa air. Contohnya gerak akar tanaman menuju ke tanah yang basah. Baca juga Manfaat Tumbuhan dan Hewan Terhadap Kehidupan Manusia Nasti Gerak nasti merupakan gerak tumbuhan yang dipengaruhi rangsangan, namun arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Kata nasti berasal dari Bahasa Yunani, nastos, artinya dipaksa mendekat. Biasanya gerak nasti dipengaruhi oleh gerak tanaman itu sendiri.
3Tumbuhan sirih memilit batang tanaman inang. Bab 2 Usaha dan Pesawat Sederhana dalam Kehidupan Sehari-hari. Paha dengan gelang bahu. Soal Pilihan Ganda Soal No. Di kelas 8 SMP bab pertama mata pelajaran IPA adalah mengenai sistem tranportasi tumbuhan dan hewan. 40 Soal dan Jawaban Bab Sistem Gerak Tumbuhan Pilgan Soal pilihan ganda dan Jawaban tetang sistem gerak pada tumbuhan.
Apakah kamu pernah melihat hewan terbang? Itu merupakan salah satu gerak pada hewan. Berdasarkan jenisnya, hewan ada yang berjalan, berenang, berlari, merayap, dan yang lainnya. Hewan bergerak untuk berbagai tujuan, antara lain melindungi diri dari predator atau untuk mencari mangsa. Sedangkan tumbuhan bergerak sesuai rangsang yang didapat. Rangsang itu seperti bahan kimia, suhu, gravitasi bumi, dan intesitas cahaya yang diterima. Kenapa kecepatan gerak hewan berbeda-beda? Lalu bagaimana tumbuhan bisa dikatakan bergerak? Mari kita simak penjelasannya secara tuntas. Daftar Isi Gerak pada Tumbuhan Gerak pada Hewan Gerak pada Tumbuhan a. Gerak Endonom Yaitu gerak yang terjadi secara spontan dan penyebabnya tidak diketahui, gerak ini tidak memerlukan rangsang dari luar. Rangsang dari gerak endonom ini diduga berasal dari tumbuhan itu sendiri. Contoh gerak rotasi sitoplasma. b. Gerak Higroskopis Yaitu gerak pada bagian tubuh tumbuhan dipengaruhi oleh perubahan kadar air di dalam sel sehingga terjadinya pengerutan yang tidak merata. Contoh peristoma pada sporangium lumut. c. Gerak Esionom Yaitu gerak yang disebabkan oleh rangsangan dari lingkungan sekitar, jenisnya terbagi menjadi tiga yaitu 1. Gerak Tropisme Gerak Tropisme yaitu arah geraknya tumbuhan dipengaruhi oleh datangnya rangsang dari luar. Jika arah geraknya mendekati rangsang dinamakan gerak tropisme positif, tetapi jika arah geraknya menjauhi rangsang dinamakan tropisme negatif. Berdasarkan jenis rangsangannya, gerak tropisme terbagi menjadi lima, yaitu Geotropisme arah gerak akar mendekati bumi, arah gerak batang menjauhi bumi, ini dipengaruhi gravitasi. Hidrotropisme pertumbuhan akar selalu menuju sumber air karena dipengaruhi rangsangan air. Tigmotropisme rangsang berupa sentuhan dan rambatan baik berupa benda mati atau tumbuhan lainnya. Kemotropisme tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan bahan kimia. Fototropisme tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan cahaya. 2. Gerak Taksis Gerak taksis adalah gerak pindah tempat seluruh bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh sumber rangsangan. Gerak taksis biasanya dilakukan oleh organisme bersel satu. Berdasarkan jenis rangsangannya, gerak taksis dapat dibedakan menjadi kemotaksis dan fototaksis. 3. Gerak Nasti Yaitu gerak dari sebagian tubuh tumbuhan akibat rangsangan dari luar, tetapi arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Rangsangan jenis ini dibedakan menjadi tiga, yaitu Gerak Niktinasi gerak nasti tumbuhan akibat rangsangan lingkungan yang terjadi di malam hari. Contoh daun lamtoro. Gerak Fotonasti gerak nasti tumbuhan akibat rangsangan dari cahaya. Contoh bunga pukul empat. Gerak Seismonasti gerak nasti pada tumbuhan yang dipengaruhi oleh sentuhan atau getaran. Contoh tanaman putri malu. Gerak Termonasti gerak nasti pada tumbuhan yang dipengaruhi rangsangan dari suhu. Contoh bunga tulip. Gerak pada Hewan a. Gerak Hewan dalam Air Air memiliki kerapatan yang lebih besar dibandingkan udara. Air memiliki gaya angkat yang lebih besar dibandingkan udara. Tubuh hewan yang hidup di air memiliki massa jenis lebih kecil daripada lingkungannya. Gaya angkat air yang besar dan massa jenis hewan yang kecil menyebabkan hewan dapat melayang di dalam air dengan mengeluarkan sedikit Salah satu bentuk tubuh yang dimiliki hewan air adalah bentuk torpedo. Bentuk ini memungkinkan tubuh hewan bisa meliuk dari kiri ke kanan. b. Gerak Hewan di Udara Tubuh hewan-hewan tersebut memiliki gaya angkat yang besar untuk mengimbangi gaya gravitasi. Salah satu upaya untuk memperbesar gaya angkat dengan menggunakan sayap. Prinsip yang sama diterapkan pada pesawat terbang, khususnya pada pesawat terbang bersayap bentuk airfoll. Sayap burung memiliki susunan kerangka yang ringan, tulang dada dan otot yang kuat. Bentuk sayap airfoll membuat udara mengalir pada bagian atas sayap lebih cepat daripada bawahnya. Saat sayap dikepakkan, udara akan mengalir ke bawah. Dorongan ke bawah tersebut akan menghasilkan gaya yang berlawanan gaya yang berlawanan arah sehingga burung akan terangkat ke c. Gerak Hewan di Darat Hewan yang hidup di darat memiliki otot dan tulang yang kuat. Otot dan tulang tersebut digunakan untuk mengatasi inersia kecenderungan tubuh untuk diam dan untuk menyimpan pegas elastisitas untuk melakukan berbagai aktivitas. Burung terbang memberikan gaya pada udara, kemudian udara tersebut mendorong balik sayap burung itu ke depan. Gajah dan kerbau memiliki massa tubuh yang besar, sehingga mengakibatkan berak gajah dan kerbau harus melawan intersia yang nilainya besar juga. Perbedaan struktur pada otot dan tulang hewan tersebut masing-masing hewan menyebabkan hewan tersebut dapat bergerak lebih lincah dibandingkan hewan lainnya. Sumber 1. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SMP/MTs Kelas VIII Semester 1, Jakarta Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud, 2014 hlm. 12. Pendidikan dan Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SMP/MTs Kelas VIII Semester 1, Jakarta Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud, 2014 hlm. 13.
Macam- macam gerak pada tumbuhan akan dibagi berdasarkan arah gerak dan sumber rangsangan sehingga gerak menjadi salah satu ciri dari organisme hidup. Tumbuhan merupakan salah organisme yang memiliki ciri dapat bergerak. Hal ini membuktikan bahwa tumbuhan adalah salah satu jenis mahluk hidup. Gerak pada tumbuhan terjadi karena ada rangsangan
Jakarta - Hewan dan tumbuhan merupakan makhluk hidup yang memiliki beberapa ciri-ciri, seperti dapat bernapas, bereaksi pada rangsangan, dan bergerak. Dalam konteks ini, ada perbedaan gerak hewan dan tumbuhan yang dapat dilihat dari beberapa dari buku Biologi 2 SMA dan MA untuk Kelas XI 2004 yang disusun oleh Diah Aryulina dkk, jika perbedaan gerak hewan dan tumbuhan ini memiliki aspek yang sangat berbeda. Walaupun sama-sama makhluk hidup, tetapi sistem geraknya sangat organik dan tentu pada HewanGerak pada hewan ini umumnya dikategorikan menjadi empat spesies. Mengapa? Karena setiap spesies hewan memiliki sistem gerak yang berbeda-beda. Berikut penjelasannya1. Gerak pada IkanBagaimana ikan dapat bergerak? Jadi, ikan dapat bergerak atau berenang menggunakan siripnya. Yap, ikan merupakan hewan yang hidup di perairan dan dibekali dengan sirip untuk berenang dengan leluasa ke arah manapun. Selain itu, ikan juga terbantu dengan adanya ekor untuk berenang lebih gesit dan Gerak pada BurungBurung dapat bergerak atau terbang di langit karena memiliki sayap dan rangka tulang yang sangat mendukung. Di mana burung memiliki tubuh yang memiliki gaya angkat sangat besar, sehingga sangat memudahkan burung untuk terbang tinggi dengan lain sisi, sayap pada burung juga memiliki struktur kuat dan otot-otot yang kokoh. Sehingga burung dapat menepis terpaan angin yang kencang. Jadi, ketika burung terbang dengan mengepakkan sayapnya, maka udara yang mengalir di bawah sayap akan menghasilkan gaya Gerak pada ReptilReptil memang ada beberapa, seperti kadal dan ular. Pertama, kadal dapat bergerak karena bantuan kaki dan juga ekor yang menunjang untuk dapat berjalan dengan cepat di tanah. Kedua, ada ular yang bergerak dengan cara melata di atas tanah maupun Gerak pada AmfibiAmfibi adalah hewan yang dapat hidup di darat dan di air. Salah satu hewan amfibi adalah katak yang dapat bergerak dengan cara melompat. Di mana katak ini sebagai amfibi yang memiliki sendi lutut, bahu, siku, pinggul, serta pergelangan kaki dan tangan yang pada TumbuhanDiketahui di atas bahwa hewan memang banyak bergerak menggunakan bagian tubuhnya, seperti sirip, sayap, hingga kaki dan perut. Lalu, apa perbedaan gerak hewan dan tumbuhan?Mengutip dari Bahan Ajar Gerak pada Tumbuhan 2017 yang ditulis oleh I Wayan Wiraatmaja dari Universitas Udayana bahwa ada dua gerak pada tumbuhan, yaitu1. Gerak Endonom AutonomGerak endonom atau autonom adalah gerak pada tumbuhan yang tidak diakibatkan oleh stimulasi atau rangsangan dari luar. Di mana stimulasi yang terjadi dan mengakibatkan gerak pada tumbuhan berasal dari tumbuhan itu Gerak EsionomSedangkan, gerak esionom adalah gerak yang distimulasi oleh hal-hal eksternal atau di luar dari tumbuhan. Berdasarkan arah geraknya, gerak esionom ini dibagi menjadi tiga, yaitu Gerak Nasti, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan yang arahnya tidak ditentukan atau ditujukan ke atau dari sumber rangsang Gerak Tropisme, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan menuju atau menjauhi rangsang Gerak Taksis, yaitu gerak seluruh bagian tubuh tumbuhan menuju atau menjauhi rangsangNah, itu adalah perbedaan gerak hewan dan tumbuhan. Selamat belajar detikers! Simak Video "5 Hewan yang Memiliki Kecerdasan Tinggi" [GambasVideo 20detik] erd/erd
1 Gerak tumbuhan berdasarkan rangsangannya dibagi menjadi gerak endonom, gerak higroskopis, dan gerak esionom. 2. Gerak endonom (gerak spontan) adalah gerak tumbuhan yang tidak memerlukan rangsang dari luar atau tidak diketahui penyebab luarnya. Rangsangan pada gerak endonom diduga berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri.
February 18, 2021 2 min read Sistem Gerak pada Hewan Pada hewan vertebrata, tulang dan otot bekerjasama untuk membentuk sistem gerak. Hewan yang hidup di darat memiliki struktur tulang dan otot yang tidak terlalu berbeda dengan manusia. Namun, hewan yang hidup di udara dan di air memiliki struktur tulang yang khas. Selain itu, hewan-hewan tersebut juga memiliki struktur tambahan pada tubuhnya untuk mendukung pergerakan. Sistem Gerak Hewan yang Hidup di DaratContoh dari hewan mamalia yang hidup di darat adalah kuda. Kuda memiliki tulang-tulang kokoh dan kuat untuk menopang tubuhnya. Otot-ototnya yang elastis dan kuat yang terhubung dengan tulang-tulangnya, menyebabkan kuda dapat berlari sangat kencang dibandingkan mamalia yang lain. Pada saat kuda bergerak, maka kaki kuda paling belakang memberikan dorongan agar kuda dapat maju ke arah depan. Kencang atau lambatnya kuda berlari tergantung pada kuat atau lemahnya saat kaki belakang memberikan gerakan pada kaki belakangnya. Sistem Gerak Hewan yang Hidup di UdaraBurung merupakan contoh hewan yang beradaptasi dengan baik untuk bergerak di udara. Burung memiliki • sayap dan bulu-bulu yang berfungsi untukmengangkat tubuh buring di udara;• rangka yang ringan dan ramping atau pipih;• sistem tulang dan otot yang kuat untuk Bulu burungSelain berfungsi untuk terbang, bulu-bulu pada burung juga berfungsi untuk menahan napas sehingga tubuh burung dapat menjaga panas Tulang burungBurung memiliki struktur tulang yang beradaptasi untuk terbang. Adaptasi tulang burung adalah sebagai berikut • Burung memiliki paruh yang lebih ringan dibandingkan rahang dan gigi pada hewan mamalia;• Burung memiliki sternum tulang dada yang pipih dan luas, berguna sebagai tempat pendekatan otot terbang yang luas;• Tulang-tulang burung berongga dan ringan. Tulang-tulang tersebut sangat kuat karena memiliki struktur bersilang;• Sayap tersusun dari tulang-tulang yang lebih sedikit dibandingkan tulang-tulang pada tangan manusia. Hal ini berfungsi untuk mengurangi berat terutama ketika burung terbang;• Tulang belakang bergabung untuk memberi bentuk rangka yang padat, terutama ketika mengepakkan sayap pada saat terbang. Sistem Gerak Hewan yang Hidup di Air Contoh hewan yang bergerak di air adalah ikan. Untuk bergerak di dalam air, ikan memiliki • Bentuk tubuh yang aerodinamis untuk mengurangi hambatan di dalam air;• Ekor dan sirip ekor yang lebar untuk mendorong gerakan ikan di dalam air;• Sirip tambahan untuk mencegah gerakan yang tidak diinginkan;• Gelembung renang untuk mengatur gerakan vertikal;• Susunan otot dan tulang belakang yang fleksibel untuk mendorong ikan melawan air. Sistem Gerak pada Tumbuhan Gerakan pada tumbuhan tidak dapat diamati secara langsung, maka gerak pada tumbuhan bersifat pasif. Sistem gerak pada tumbuhan dibagi dua jenis berdasarkan ada dan tidaknya sumber rangsangan. Kedua jenis gerak tersebut adalah gerak endonom dan gerak etionom. Gerak EndonomGerak endonom merupakan gerak yang tidak dipengarungi oleh rangsangan dari luar. Gerak ini terjadi karena mekanisme yang terjadi di dalam sel tumbuhan. Contoh gerakan ini, diantaranya • Proses pecahnya bagian buah pada polong-polongan atau pun kacang-kacangan;• Proses gerak seperti terjadinya pembukaan pada bagian kotak spora atau pun sporangium, contohnya pada paku-pakuan. Gerak EtionomGerak etionom adalah gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan. Gerak ini berbeda dengan gerak endonom sebelumnya dimana tidak di pengaruhi oleh rangsangan dari luar. Gerak etionom dapat dibedakan menjadi gerak tropisme, taksis, dan yang bergerak hanya bagian dari tumbuhan, maka disebut gerak tropisme. Jika yang bergerak seluruh bagian tumbuhan, maka disebut gerak taksis. Jika gerakannya itu tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan, disebut gerak TropismeTropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Bagian yang bergerak itu misalnya cabang, daun, kuncup atau bunga. Gerak tropisme dapat dibedakan menjadi tropisme positif apabila gerak itu menuju sumber rangsangan dan tropisme negatif apabila gerak itu menjauhi sumber rangsangan. Ditinjau dari macam sumber rangsangannya, tropisme dapat dibedakan lagi menjadi fototropisme, geotropisme, hidrotropisme, kemotropisme, dan tigmotropisme. 1 FototropismeFototropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan GeotropismeGeotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi bumi geo = bumi.3 HidrotropismeHidrotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan air hidro = air.4 KemotropismeKemotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan zat TigmotropismeTigmotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena adanya rangsangan sentuhan pada satu sisi atau persinggungan disebut TaksisTaksis adalah gerakan seluruh tubuh atau gerak berpindah tempat bagian dari tubuh tumbuhan yang arah perpindahannya dipengaruhi rangsangan. Macam atau sumber rangsangan taksis meliputi cahaya fototaksis, zat kimia kemotaksis, dan rangsang NastiNasti adalah gerak bagian tumbuhan yang arahnya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan, tetapi ditentukan oleh tumbuhan itu sendiri. Gerak nasti antara lain fotonasti, niktinasti, tigmonasti seismonasti, termonasti, hidronasti, dan nasti kompleks. 1 FotonastiFotonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan NiktinastiNiktinasti nyktos = malam merupakan gerak nasti yang disebabkan oleh suasana Tigmonasti atau SeismonastiTigmonasti adalah gerakan nasti yang disebabkan oleh rangsangan sentuhan atau getaran. Contohnya adalah gerakan menutupnya daun si kejut atau putri malu Mimosa pudica jika TermonastiTermonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsang suhu seperti mekarnya bunga tulis dan HaptonastiHaptonasti adalah gerak nasti yang terjadi disebabkan oleh sentuhan Hidronasti atau HigronastiHidronasti adalah gerak yang terjadi terhadap keadaan air, contoh gerak menggulungnya daun padi, jika keadaan kurang Nasti KompleksNasti kompleks adalah gerakan nasti yang disebabkan oleh beberapa faktor sekaligus, seperti karbon dioksida, pH, temperatur, dan kadar kalsium. Contohnya, gerak membuka dan menutupnya stomata pada daun
SistemGerak pada Hewan Sistem Gerak Hewan yang Hidup di DaratContoh dari hewan mamalia yang hidup di darat adalah kuda. Kuda memiliki tulang-tulang kokoh dan kuat untuk menopang tubuhnya. Otot-ototnya yang elastis dan kuat yang terhubung dengan tulang-tulangnya, menyebabkan kuda dapat berlari sangat kencang dibandingkan mamalia yang lain. Pada saat kuda bergerak, maka kaki kuda []
Sebagai makhluk hidup hewan dan tumbuhan melakukan gerakan karena salah satu ciri makhluk hidup adalah bergerak. Manusia dan hewan memiliki perilaku gerak yang tidak jauh berbeda. Manusia dan hewan sama-sama menunjukkan gerakan-gerakan yang mudah diamati. Jika hewan dan manusia dapat melakukan gerakan secara aktif dan berpindah tempat, gerakan pada tumbuhan sangat terbatas. Gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu gerak endonom, gerak higroskopis, dan gerak esionom. Hewan bergerak dengan berbagai cara, misalnya ada hewan yang berjalan, berlari, terbang, berenang, merayap, dan lain sebagainya. Hewan bergerak untuk berbagai tujuan, antara lain untuk melindungi diri dari predator atau untuk mencari mangsa. 1. Gerak pada Tumbuhan Tumbuhan melakukan gerakan sesuai dengan rangsang yang diperoleh. Rangsangan tersebut dapat berupa bahan kimia, suhu, gravitasi bumi, atau intensitas cahaya yang diterima. Jika kita amati dengan seksama, ternyata tumbuhan juga melakukan gerakan. Meskipun gerakan pada tumbuhan cenderung lambat, namun masih dapat diamati perbedaannya. Misalnya gerakan yang muncul pada tumbuhan putri malu. Tumbuhan putri malu akan tampak menguncup saat kita menyentuhnya. Meskipun tidak ada perpindahan tempat, namun tumbuhan putri malu tersebut masih dianggap bergerak karena gerakan pada organisme tidak selalu merupakan gerak berpindah tempat. a. Gerak Endonom Gerak endonom adalah gerak bagian tumbuhan yang terjadi secara spontan dan tidak diketahui penyebabnya. Gerak pertumbuhan daun dan gerak rotasi sitoplasma siklosis pada sel-sel daun Hydrilla verticillata dapat diketahui dari gerak sirkulasi klorofil di dalam sel. Rangsang pada gerak endonom diduga berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri. b. Gerak Higroskopis Gerak higroskopis adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh perubahan kadar air di dalam sel sehingga terjadi pengerutan yang tidak merata. Merekahnya kulit buah-buahan yang sudah kering pada tumbuhan polong-polongan, membukanya dinding sporangium kotak spora paku-pakuan, membentang dan menggulungnya gigi-gigi peristoma pada sporangium lumut adalah contoh-contoh dari gerak higroskopis. c. Gerak Esionom Gerak esionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari lingkungan sekitar. Gerak esionom dapat dibedakan menjadi gerak tropisme, gerak taksis, dan gerak nasti. 1 Gerak Tropisme Gerak tropisme adalah gerak tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi arah datangnya rangsang dari luar disebut tropisme. Jika arah gerak tumbuhan mendekati rangsang disebut gerak tropisme positif, tetapi jika arah gerak tumbuhan menjauhi rangsang disebut gerak tropisme negatif. Gerak tropisme dibagi menjadi geotropisme gravitropisme, hidrotropisme, tigmotropisme, kemotropisme, dan fototropisme heliotropisme. Gerak Geotropismeropisme atau gravitropisme adalah gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi. Misanya pada kecambah tanaman arah gerak akar selalu menuju pusat bumi dan arah gerak tumbuh batangnya selalu tegak ke atas menjauhi pusat bumi. Gerak Hidrotropisme adalah tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan air. Contohnya adalah pertumbuhan akar yang selalu menuju ke sumber air. Gerak Tigmotropisme adalah gerak tropisme yang diakibatkan oleh rangsang berupa sentuhan dengan rambatannya baik berupa benda mati atau tumbuhan lain. Contohnya adalah gerak membelitnya ujung batang atau ujung sulur kacang panjang dan mentimun pada tempat rambatannya. Fototropisme atau heliotropisme adalah gerak tropisme tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan cahaya. Tumbuhan yang arah tumbuhnya mendekati sumber cahaya disebut fototropisme positif sedangkan yang menjauhi cahaya disebut fototropisme negatif. Contohnya adalah gerakan ujung batang bunga matahari yang membelok menuju ke arah datangnya cahaya fototropisme positif. Gerak Kemotropisme adalah gerak tropisme tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan bahan kimia. Contoh gerak kemotropisme adalah gerakan buluh serbuk sari menuju sel telur pada bakal buah karena pengaruh zat gula yang dikeluarkan oleh bakal buah zat kimia.. 2 Gerak Taksis Gerak taksis adalah gerak pindah tempat seluruh bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh sumber rangsangan. Gerak taksis biasanya dilakukan oleh organisme bersel satu. Berdasarkan jenis rangsangannya, taksis dapat dibedakan menjadi kemotaksis dan fototaksis. Kemotaksis adalah gerak taksis tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan berupa bahan kimia. Contoh kemotaksis adalah gerak spermatozoid menuju sel telur pada archegonium tumbuhan lumut dan tumbuhan paku yang bergerak karena tertarik oleh zat gula atau protein yang dihasilkan oleh archegonium. Fototaksis adalah gerak taksis tumbuhan yang dipengaruhi rangsang berupa cahaya. contoh gerak fototaksis adalah gerak kloroplas ke sisi sel yang memperoleh cahaya. 3 Gerak Nasti Nasti adalah gerak sebagian tubuh tumbuhan akibat rangsangan dari luar, tetapi arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Berdasarkan jenis rangsangannya gerak nasti dibedakan menjadi niktinasti, fotonasti, dan tigmonasti atau seismonasti. Gerak Niktinasi adalah gerak nasti tumbuhan akibat rangsangan dari lingkungan yang terjadin pada malam hari. Contoh niktinasi adalah menguncupnya daun tumbuhan Leguminosae kacang-kacangan menjelang petang akibat perubahan tekanan turgor pada tangkai daun. Gerak Fotonasti adalah gerak nasti tumbuhan akibat rangsangan cahaya. Contoh gerak fotonasi adalah mekarnya bunga pukul empat Mirabilis jalapa pada sore hari. Gerak Seismonasti atau tigmonasti adalah gerak nasti tumbuhan yang dipengaruhi oleh getaran atau sentuhan. Contoh seismonasti adalah gerak menutupnya daun putri malu Mimosa pudica saat disentuh disebut gerak seismonasti. Gerak Termonasti adalah gerak nasti tumbuhan dipengaruhi oleh rangsangan yang berupa suhu. Contoh gerak termonasti adalah bunga tulip selalu mekar di musim semi. Mekarnya bunga tulip tersebut disebabkan oleh suhu udara pada musim semi lebih hangat dari musim dingin. Gerak Nasti Kompleks adalah gerakan tumbuhan akibat rangsangan yang diterima lebih dari satu macam. Contoh nasti kompleks adalah gerak tumbuhan lainnya seperti gerakan membuka dan menutupnya stomata karena pengaruh kadar air, cahaya, suhu, dan zat kimia protein dan gula. 2. Gerak pada Hewan Hewan bergerak dengan berbagai cara, misalnya ada hewan yang berjalan, berlari, terbang, berenang, merayap, dan lain sebagainya. Hewan darat bergerak menggunakan otot dan rangkanya terutama kaki, ikan bergerak menggunakan sirip, dan burung terbang menggunakan sayap. a. Gerak Hewan dalam Air Air memiliki gaya angkat yang lebih besar dibandingkan udara Tubuh hewan yang hidup di air memiliki massa jenis yang lebih kecil daripada angkat air yang besar dan masa jenis hewan yang kecil menyebabkan hewan dapat melayang di dalam air dengan mengeluarkan sedikit energi Salah satu bentuk tubuh yang paling banyak dimiliki oleh hewan air adalah bentuk torpedo. Bentuk tubuh ini memungkinkan tubuh meliuk dari kiri ke kanan. Bentuk tubuh ikan yang streamline berfungsi untuk mengurangi hambatan ketika bergerak di dalam air. Ekor dan sirip ekor yang lebar berfungsi untuk mendorong gerakan ikan dalam air. b. Gerak Hewan di Udara Tubuh hewan-hewan yang bergerak di udara memiliki gaya angkat yang besar untuk mengimbangi gaya satu upaya untuk memperbesargaya angkat dengan menggunakan sayap. Sayap burung memiliki susunan kerangka yang ringan, tulang dada dan otot yang kuat. Bentuk sayap airfoil membuat udara mengalir pada bagian atas sayap lebih cepat daripada bagian bawahnya. Saat sayap dikepakkan, udara akan mengalir kebawah. Dorongan ke bawah tersebut akan menghasilkan gaya yang berlawanan arah sehingga burung akan terangkat ke atas. c. Gerak Hewan di Darat Kecenderungan hewan yang hidup di darat adalah memiliki otot dan tulang yang kuat. Otot dan tulang tersebut diperlukan untuk mengatasi inersia kecenderungan tubuh untuk diam dan untuk menyimpan energi pegas elastisitas untuk melakukan berbagai aktivitas. Bayangkan bagaimana bila kita berjalan. Seorang mulai berjalan dengan mendorong lantai dengan kakinya, lantai kemudian memberikan gaya balik yang sama dan berlawanan arah pada kaki orang tersebut. Gaya inilah yang menggerakkan orang tersebut ke depan. Dengan cara yang sama, seekor burung yang terbang ke depan memberikan gaya pada udara, dan udara tersebut mendorong balik sayap burung itu ke depan.Gerakpada hewan bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, ada yang berjalan, terbang, berenang dan lain sebagainya. Tapi, tidak semua gerak selalu berpindah tempat, ada bagian tertentu yang melaksanakan gerakan, gerak ini disebut dengan gerak pasif. Hewan vertebrata dan avertebrata dibedakan berdasarkan tampilan luar yang dapat dilihat langsung.Contohsoal dan jawaban a. Berikut ini adalah soal pilihan ganda dan kunci jawaban materi gerak tumbuhan untuk siswa smp kelas viii. Yuk, coba kerjakan soal numerasi dan literasi beserta dengan jawabannya berikut ini. 20200917 contoh soal tema 1 organ gerak hewan dan manusia kelas 5 sd k 13 soal pilihan ganda . Soal pilihan ganda gerak pada Salahsatu aspek tersebut adalah sistem gerak dari keduanya. Perbedaan Gerak Tumbuhan dan Hewan. Pada dasarnya kedua golongan ini memang memiliki sistem gerak yang dapat diamati. Namun, pola pergerakan dari keduanya sangatlah berbeda jauh. Pada hewan pergerakan yang dilakukan dapat dikatakan sebagai pergerakan yang nyata. oA8KK5.