Periksajala-jala listrik,rangkain regulator input sampai output. Perhatikan gambar,sekema rangkaian regulator caturdaya televisi mempunyai output tegangan sebesar 115 volt,24 volt,dan 5volt,tergantung merek TV-nya.ganti komponen yang rusak dan perbaiki jalur rangkaian yang tidak sempurna. Daerah komponen yang rusak.
Cara Memeriksa Komponen Elektronika – Salah satu penyebab kerusakan sebuah alat elektronika karena ada kerusakan pada komponennya. Bila penyebab kerusakan tsb adalah kerusakan komponennya maka dalam mengatasi kerusakan alat elektronik misalnya dalam mengatasi remote control rusak diperlukan penggantian komponen tsb. Untuk itu penting sekali bagi hobiis, atau yang senang oprak-oprek, atau yang ingin mencoba memperbaiki alat elektronika yang ada di rumah untuk menghemat pengeluaran, untuk mengetahui cara menguji dan memeriksa komponen elektronika. Alat yang wajib dimiliki agar dapat menguji dan memeriksa adalah AVO meter atau multimeter / multitester. Nah bila Anda sudah memiliki alat tsb, sekarang saatnya Anda memahami mekanisme kerja dari alat tsb dan cara penggunaan alat tsb dalam menguji dan memeriksa komponen elektronika. Menguji dan memeriksa komponen elektronika menggunakan AVO meter biasanya dilakukan pada skala ohm meter. Perlu Anda ketahui, ujung probe multimeter pada skala ohm meter akan mengeluarkan arus yang mampu mengaktifkan kinerja dari komponen elektronika yang sedang diperiksa. Nah agar Anda dapat memahami cara menguji dan memeriksa komponen elektronika, yuk simak ulasan berikut ini. Ilustrasi cara menguji dan memeriksa komponen elektronika menggunakan multimeter image Baca juga Cara Jitu Mengenali Elektronik Palsu atau Asli Cara Praktis Menguji dan Memeriksa Komponen Elektronika Menggunakan AVO Meter Yang akan saya bahas di sini adalah cara pengujian dan pemeriksaan komponen elektronika yang umum digunakan dalam peralatan eletronik, seperti resistor, kondesator, dioda, transistor dan trafo. A. Resistor Resistor merupakan komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat arus listrik sehingga arus listrik yang mengalir ke kompenen elektronika lainnya sesuai dengan yang dibutuhkan. Cara Menguji dan Memeriksa Komponen Elektronika “Resistor” Putar posisi multimeter ke skala ohm meter dan arahkan ke batas ukur yang lebih tinggi atau hampir sama dengan perkiraan nilai hambatan resistor yang diukur biasanya ada nilai hambatan yang tertera pada resistor, dan bilapun tak ada, Anda dapat membacanya dari warna gelang resistor. Lakukan kalibrasi multimeter dengan cara short probe positif dan negative hubungkan kutub positif dan negative lalu putar zero ohm adjustment sampai jarum menunjukan angka nol pada skala ohm meter. Hubungkan probe multimeter pada masing-masing kaki resistor bolak balik sama saja Amati jarum pada multimeter sampai menunjukkan angka yang stabil. Ilustrasi cara memeriksa komponen elektronika resistor menggunakan multimeter analog image Kesimpulan Hasil Pengujian dan Pemeriksaan Resistor Resistor dalam kondisi baik bila jarum menunjukan angka sesuai dengan nilai pada resistor. Resistor dalam keadaan setengah rusak / molor bila jarum menunjukan angka lebih besar / kecil diluar batas toleransi alat. Resistor putus bila jarum tidak bergerak sama sekali. Resistor konslet bila jarum menunjuk angka nol. B. Kondensator Ada 2 jenis kondensator yaitu kondensator polar elco dan nonpolar yang memiliki karakteristik masing-masing dalam pengujian dan pemeriksaannya. Ilustrasi cara menguji komponen elektonika kondensator menggunakan avometer analog image Cara Menguji dan Memeriksa Komponen Elektronika “Kondensator Elektrolit / Elco / Polar” Putar posisi multimeter pada skala Ohm meter. Bila nilai kondesator besar gunakan skala ohm yang besar sementara bila nilai kondensator kecil gunakan skala ohm yang kecil. Hubungkan probe merah multimeter dengan kaki kondensator kutub negative dan probe hitam multimeter ke kaki positif kondensator. Amati jarum. Hasil Pengujian dan Pemeriksaan Kondesator Polar Kondensator dalam kondisi baik bila jarum bergerak dan kembali ketempat semula Kondensator sudah rusak bila jarum bergerak namun tidak kembali ke posisi semula Kondensator bocor bila jarum bergerak tapi tidak kembali. Kondensator putus bila jarum tidak bergerak sama sekali. Cara Menguji dan Memeriksa Komponen Elektronika “Kondensator Non Polar” Putar posisi multimeter ke skala Ohm meter x10 / x1K Hubungkan probe multimeter ke masing-masing kaki. Amati jarum Hasil Pengujian dan Pemeriksaan Kondensator Non Polar Kondensator baik bila jarum tidak bergerak. Kondensator rusak bila jarum bergerak. Baca juga Tips Memilih Water Heater Yang Tepat C. Dioda Dioda berfungsi sebagai penyearah sehingga hanya bisa meneruskan arus listrik dalam satu arah saja yaitu dari anoda + ke katoda -. Ilustrasi cara memeriksa komponen elektronika dioda menggunakan multitester image Cara Menguji dan Memeriksa Komponen Elektronika “Dioda” Putar posisi multimeter ke skala Ohm meter x10 Hubungkan probe merah multimeter dengan kaki katoda kutub - dan probe hitam ke kaki anoda kutub +. Pastikan jarum bergerak, bila tidak bergerak berarti diode rusak. Kemudian lakukan sebaliknya, hubungkan probe merah multimeter dengan anoda dan probe hitam ke katoda. Amati jarum, bila tidak bergerak berarti baik namun bila bergerak berarti rusak. D. Transistor Transistor merupakan komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor tipe P dan N yang saling dipertemukan. Transistor dapat pula dikatakan sebagai penggabungan dua diode sehingga untuk menguji dan memeriksa komponen elektronika ini dapat menggunakan sifat-sifat dari diode itu sendiri. Ada 2 jenis transitor yaitu tipe PNP dan NPN yang memiliki tiga kaki yang bisanya disebut basis, collector, dan emitor. Ilustrasi cara memeriksa komponen elektronika transitor menggunakan multitester analog image Cara Menguji dan Memeriksa Komponen Elektronika “Transistor PNP” Putar posisi multimeter ke skala Ohm meter sebaiknya x10 Hubungkan probe merah multimeter pada kaki basis sementara probe hitam pada kaki emitor dan collector secara bergantian. Pastikan jarum bergerak, bila tidak bergerak berarti rusak. Lakukan pengujian pada kaki yang lain secara bergantian, misalnya probe merah pada emitor lalu probe hitam pada basis lalu collector, dst. Pastikan jarum tidak bergerak, bila bergerak berarti transistor rusak. Cara Menguji dan Memeriksa Komponen Elektronika “Transistor NPN” Putar posisi multimeter ke skala Ohm meter sebaiknya x10 Hubungkan probe hitam multimeter pada kaki basis sementara probe merah pada kaki emitor dan collector secara bergantian. Pastikan jarum bergerak. Bila tidak bergerak berarti rusak. Lakukan pengujian pada kaki yang lain secara bergantian, misalnya probe hitam pada emitor lalu probe merah pada basis lalu collector, dst. Pastikan jarum tidak bergerak, bila bergerak berarti transistor sudah rusak. E. Transformator Trafo Trafo merupakan komponen elektronika yang berupa lilitan, tediri dari kumparan primer dan sekunder. Jadi untuk menguji dan memeriksa komponen elektronika ini hampir sama dengan memeriksa putus atau tidaknya sebuah penghantar. Cara pengujian / pemeriksaan ini berlaku juga untuk komponen elektronika lainnya berupa lilitan, seperti coil, spoel, inductor, dll. Kumparan primer trafo adalah tempat masuknya arus AC input sementara kumparan sekunder tempat keluarnya arus DC output. Kaki-kaki kumparan primer biasanya menunjukkan angka 0, 110, 220 dan 240V. Sementara kaki kumparan sekunder biasanya terdiri dari 0, 6, 9, 12, 15, 18, 20, 24V. Agar lebih jelas lihat gambar dibawah ini … Kumparan primer dan sekunder sourcedjukarna Cara Menguji dan Memeriksa Komponen Elektronika “Trafo” Putar posisi multimeter pada skala Ohm meter x10 Hubungkan probe multimeter pada kaki-kaki kumparan primer. Pastikan jarum bergerak, bila tidak bergerak berarti trafo putus Hubungkan probe multimeter pada kaki-kaki kumparan sekunder. Pastikan jarum bergerak, bila tidak bergerak berarti trafo putus. Hubungkan masing-masing probe multimeter pada kumparan primer dan kumparan sekunder. Bila jarum tidak bergerak maka trafo dalam kondisi baik, namun bila jarum bergerak berarti trafo rusak. Itulah beberapa cara menguji dan memeriksa komponen elektronika umum yang biasa digunakan di dalam sebuah alat. Untuk menguji dan memeriksa komponen elektronika lainnya dapat dilakukan dengan mudah dengan mengembangkan teknik dasar pengujian / pemeriksaan di atas. Akan lebih mudah lagi bila Anda mengetahui prinsip kerja komponen elektronika yang akan diperiksa tsb.
Mengapaharus beli Alat Selang+Regulator Quantum 032 di Garansi Uang Kembali Jika Produk tidak diterima (Non COD) (Ketentuan Garansi) Garansi Resmi Pabrik (Ketentuan Garansi) Kemudahan menghubungi kami apabila mengalami kendala pengiriman dan Produk anda. + Keranjang. SKU 82009230002 Kategori Elektronik.
Sensor magnetik adalah alat yang akan terpengaruh medan magnet dan akan memberikan perubahan kondisi pada keluaran. Biasanya sensor ini dikemas dalam bentuk kemasan yang hampa dan bebas dari debu, kelembaban, asap ataupun uap. Sensor magnetik bekerja dengan memanfaatkan perubahan induktansi. Sensor magnet terdiri dari berbagai jenis dan pengaplikasiannya disesuaikan dengan jenis dari sensor magnet tersebut. Gambar 11. Flow Meter Sensor Flow meter adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur laju aliran atau Jumlah sebuah fluida yeng bergerak mengalir dalam sebuah pipa tertutup atau drainase terbuka laksana channel atau sungai atau parit atau gorong-gorong. Difinisi flow meter itu sebagai definisi flow meter sangat sederhana dan cocok dengan peradaban teknologi faedah dari flow meter telah dikenal dan berkembang pesat cocok dengan tujuan, guna dan faedah pemasangan flow meter. Jenis fluida yang melewati atau diukur oleh flow meter dapat berupa sekian banyak macam serta spesifikasi cairan, gas maupun solid laksana air mium, air limbah, air lumpur, susu, madu, kecap, ciaran kimia, air gula, adonan kue, concrete, powder, biji bijian dan lai lain.. Pada aplikasinya flow meter tidak sedikit digunakan guna mengukur karakter aliran baik berupa kecepatan aliran, kapasitas aliran maupun volumenya atau dapat juga di hitung mass flow nya yang berupa berat fluida. Pemilihan jenis serta model dari flow meter tergantung pada aplikas yang di sesuaikan dengan tujuan, manfaat, tingkat kendala instalasi serta akurasi yang di inginkan. Karena itu diperlukan rekayasa pemasangan flow meter supaya didapatkan guna yang optimal, supaya sesuai dengan investasi yang dikeluarkan.… Figures - uploaded by I Gede Suputra WidharmaAuthor contentAll figure content in this area was uploaded by I Gede Suputra WidharmaContent may be subject to copyright. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free SENSOR MAGNET PADA SISTEM INSTRUMENTASI I Gede Suputra Widharma, I Putu Dede Setiawan 005/02 Komang Ayu Putri Wardani 041/11 Ni Kadek Ayu Sukma Puspita Sari 045/12 I Gede Didit Semara Jaya 081/20 i DAFTAR ISI DAFTAR ISI................................................................................................................................... i DAFTAR GAMBAR ..................................................................................................................... ii BAB I SENSOR SECARA UMUM ............................................................................................. 1 Pengertian Sensor ............................................................................................................. 1 Klasifikasi Sensor ............................................................................................................. 1 Jenis-jenis Sensor ............................................................................................................. 3 BAB II SENSOR MAGNET ...................................................................................................... 12 Pengertian Sensor Magnet .............................................................................................. 12 Jenis-jenis Sensor Magnet .............................................................................................. 12 Signal Conditioning untuk Magnetic Sensor ................................................................. 17 Gambar Rangkaian Sensor Magnet ................................................................................ 18 BAB III APLIKASI SENSOR MAGNET FLUXGATE PADA PENGUKURAN KUAT ARUS KAWAT ....................................................................................................................................... 20 Pendahuluan ................................................................................................................... 20 Tinjauan Pustaka ............................................................................................................ 21 Metode ............................................................................................................................ 22 BAB IV PENUTUP ..................................................................................................................... 26 Simpulan......................................................................................................................... 26 Saran ............................................................................................................................... 26 DAFTAR PUSTAKA ii DAFTAR GAMBAR Gambar 1. LDR Light Dependent Resistor................................................................................... 4 Gambar 2. Fotodiode ...................................................................................................................... 4 Gambar 3. Fototransistor ................................................................................................................ 5 Gambar 4. Sensor Tekanan ............................................................................................................. 5 Gambar 5. Sensor Proximity ........................................................................................................... 6 Gambar 6. Sensor Ultrasonik .......................................................................................................... 6 Gambar 7. Sensor Kecepatan RPM .............................................................................................. 7 Gambar 8. Sensor Magnet............................................................................................................... 8 Gambar 9. Sensor Penyandi Encoder ........................................................................................... 8 Gambar 10. Sensor Suhu................................................................................................................. 9 Gambar 11. Flow Meter Sensor .................................................................................................... 10 Gambar 12. Flame Sensor............................................................................................................. 11 Gambar 13. Magnetic Field Sensor .............................................................................................. 18 Gambar 14. Fluxgate Sensor......................................................................................................... 18 Gambar 15. Hall Effect Levitator.................................................................................................. 19 Gambar 16. Konfigurasi Sederhana Sensor Fluxgate ................................................................... 22 Gambar 17. Set-up Pengukuran .................................................................................................... 23 Gambar 18. Hasil Pengukuran Arus pada Kawat ......................................................................... 23 Gambar 19. Pengukuran Arus dengan Variasi Jarak Sensor Fluxgate ......................................... 24 Gambar 20. Respon Jarak Terhadap Tegangan Keluaran Sensor ................................................. 25 1 BAB I SENSOR SECARA UMUM Pengertian Sensor Di dunia ini, kita dapat menjumpai banyak sensor di sekitar kita. Di kehidupan sehari-hari, banyak sekali kegiatan otomatisasi yang dapat kita temukan dan tentunya semua alat tersebut pasti dilengkapi sebuah perangkat yang kita sebut sebagai sensor ini. Contoh-contoh kegiatan otomatisasi ini seperti menghidupkan TV dengan Remote Control, Lampu yang dapat menyala saat hari menjadi gelap, CCTV yang dapat bergerak mengikuti pergerakan orang disekitarnya, alat pemantuan cuaca, alat pengukur suhu, alat pengukut kuat arus, alat yang digunakan untuk mendeteksi terjadinya kebakaran, mengambil photo dengan kamera dan masih banyak lagi. Penggunaan sensor di perangkat-perangkat elektronik ini telah diaplikasikan di hampir semua bidang di kehidupan kita sehari-hari mulai dari perangkat pribadi, layanan kesehatan, keamanan, kelistrikan, industri, hiburan, transportasi, militer, alat rumah tangga hingga ke sektor pertanian. Dengan semakin besarnya penggunaan sensor di dalam teknologi masa kini, pengetahuan tentang sensor ini menjadi sangat penting dan wajib kita pahami apa sebenarnya yang dilakukan oleh sensor serta jenis-jenis sensor tersebut. Sensor adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk mendeteksi perubahan besaran fisika seperti gaya, tekanan, arus listrik, cahaya, suhu dan sebagainya. Saat ini, banyak sekali perangkat elektronik yang bisa berfungsi secara otomatis dengan adanya sensor. Sensor ini akan mendeteksi perubahan dan menganalisanya, setelah itu akan dikonversikan pada output sehingga dapat dimengerti oleh manusia. Biasanya output tersebut ditampilkan pada perangkat sensor atau bisa juga ditransmisikan secara elektronik melalui jaringan. Dengan demikian, output tersebut akan diolah menjadi informasi yang bermanfaat untuk penggunanya. Pada dasarnya, sensor digolongkan sebagai transduser input karena dapat mengubah energi fisik seperti gaya, cahaya dan lainnya menjadi sinyal listrik. Klasifikasi Sensor Sensor Aktif dan Sensor Aktif 1. Sensor Aktif Sensor aktif adalah sensor yang membutuhkan sumber energi tambahan untuk bekerja. Sumber energi luar biasanya disebut sinyal eksitasi {excitation signal}, sinyal 2 tersebut oleh sensor dimodifikasi untuk memproduksi sinyal output. Berikut ini beberapa contoh sensor aktif yaitu termokopel, piezoelectric, fotodioda, dan generator. Ciri - ciri Sensor Aktif 1. Wiring 4 Wire atau 4 terminal diamana 2 Signal + dan - kemudian 2 lagi Power + dan - 2. Sensor tidak akan mati jika terputus singal + atau - 2. Sensor Pasif Sensor pasif adalah sensor yang tidak membutuhkan sumber energi tambahan dan secara langsung mengeluarkan sinyal elektrik untuk merespon rangsangan. Dengan kata lain energi pada rangsangan oleh sensor menjadi sinyal output. Berikut ini beberapa contoh sensor pasif yaitu microphone. Ciri - ciri Sensor Pasif 1. Wiring pada Sensor tersebut hanya 2 wire atau 2 terminal saja. 2. Wiringnya Looping atau Close Loop dengan Power Supply Seri 3. Sensor akan mati jika ada wiring Seri dengan sensor tersebut putus atau belum terkoneksi Sensor Digital dan Sensor Analog 1. Sensor Digital Sensor Digital adalah sensor yang menghasilkan sinyal output digital diskrit atau voltage yang artinya menghasilkan sinyal keluaran Biner dalam bentuk logika "1" atau logika "0", "ON" atau "OFF". Sinyal Digital hanya menghasilkan nilai diskrit non-kontinu yang dapat dikeluarkan sebagai "bit" tunggal. Misalnya, sensor rpm yang tipe proximity sensor yang dipasang pada poros motor mesin industri, bertujuan untuk melihat nilai real kecapatan motor tersebut. Prinsip kerja proximity sensor adalah logika 1 ON dan 0 OFF di poros motor dikasih sebuah cam sensor proximity. Ketika sensor terkena cam maka nilai 1 dan tidak terkena cam maka 0, maka akan dihitung berapa kali ON selama 1 detik maka itu adalah kecepatan motor. Sensor Digital mempunyai kelebihan dalam akurasi yang tinggi dibandingkan dengan Sensor Analog. 3 2. Sensor Analog Sensor Analog adalah Sensor yang dapat menghasilkan sinyal atau tegangan output secara kontinu atau terus-menerus yang sebanding lurus dengan nilai yang diukur. Misalnya, Temperatur, Kecepatan, Tekanan, Tegangan dan lain sebagainya bisa disebut analog karena lebih cenderung pengukuran secara kontinu. Saya beri contohnya, anda mengukur suhu cairan didalam gelas menggunakan termometer atau termokopel yang terus menerus merespons perubahan suhu cairan tersebut. Sensor Analog mengeluarkan sinyal-sinyal yang sangat kecil nilainya dari micro-volt uV ke milli-volt mV sinyal analog biasanya memiliki respons yang lambat dan / atau akurasi rendah. Sinyal analog juga dapat dengan mudah diubah menjadi sinyal tipe digital untuk digunakan dalam sistem mikrokontroler dengan menggunakan konverter analog-ke-digital, atau ADC. Jenis-jenis Sensor 1. Sensor Cahaya Sensor cahaya, seperti namanya sensor ini digunakan terhadap objek-objek yang memiliki bentuk warna atau cahaya, yang diubah menjadi daya yang berbeda-beda. Sensor cahaya terdiri dari 3 macam kategori 1. Fotovoltaic, prosedur kerja dari sensor ini yaitu, mengubah energi sinar langsung menjadi energi listrik, dengan adanya penyinaran cahaya akan menyebabkan pergerakan elektron dan menghasilkan tegangan. 2. Fotokonduktif fotoresistif , sensor ini memberikan perubahan tahanan resistansi pada sel-selnya. prinsip kerjanya, semakin tinggi intensitas cahaya yang terima sensor, maka akan semakin kecil pula nilai tahanannya. 3. Fotolistrik, sensor yang berprinsip kerja berdasarkan pantulan karena perubahan posisi/jarak suatu sumber sinar inframerah atau laser ataupun target pemantulnya, yang terdiri dari pasangan sumber cahaya dan penerima. Gambar 1. LDR Light Dependent Resistor Berikut ini merupakan beberepa contoh dari sensor cahaya a. LDR Light Dependent Resistor Sensor ini berfungsi untuk mengubah itensitas cahaya menjadi hambatan listrik. Prinsip kerja dari LDR Light Dependent Resistor yaitu, semakin tinggi intensitas cahaya yang mengenai permukaan LDR Light Dependent Resistor maka hambatan listrik yang dihasilkan semakin besar, dan sebaliknya. Sensor ini dapat diimplementasikan dalam pembuatan lampu otomatis. Lampu yang secara otomatis hidup dimalam hari, dan mati disiang hari. Lampu hidup dikarenakan intensitas cahaya yang terbaca oleh sensor sangatlah minim, dan sebaliknya. b. Fotodiode Gambar 2. Fotodiode Fotodiode ini berfungsi untuk mengubah intensitas cahaya menjadi konduktivitas dioda. Fotodiode sejenis dengan dioda pada umummya, perbedaannya pada fotodiode ini adalah dipasangnya sebuah lensa pemfokus sinar untuk memfokuskan sinar jatuh pada pertemuan ”pn”. Prinsip kerja Energi pancaran cahaya yang jatuh pada pertemuan “pn” menyebabkan sebuah elektron berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Elektron berpindah ke luar dari valensi band meninggalkan hole sehingga membangkitkan pasangan elektron bebas dan hole. Contoh produk yang menggunakan sensor Fotodiode, mungkin kawan_kawan sudah tahu tentang robot yang satu ini, Line Follower atau lebih jelasnya Line Tracer. Sensor Fotodiode digunakan untuk menerima input perbedaan warna dari objek garis yang dipantulkan oleh pancaran lampu LED, sehingga Line Tracer dapat melaju dengan tepat melewati garis. c. Fototransistor Gambar 3. Fototransistor Berfungsi untuk mengubah intensitas cahaya menjadi konduktivitas transistor. Fototransistor sejenis dengan transistor pada umummya. Perbedaannya terletak pada, fototransistor dipasang sebuah lensa pemfokus sinar pada kaki basis untuk memfokuskan sinar jatuh pada pertemuan ”pn”. 2. Sensor Tekanan Sensor tekanan sensor ini memiliki transduser yang mengukur ketegangan kawat, dimana mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal listrik. Dasar penginderaannya pada perubahan tahanan pengantar transduser yang berubah akibat perubahan panjang dan luas penampangnya. Contoh produk yang menggunakan sensor Tekanan, seperti Alat untuk mendeteksi tekanan darah orang dewasa secara otomatis. Alat tersebut dilakukan dengan manset yang dipasang di lengan pasien, kemudian dipompa sampai pada tekanan tertentu yang selanjutnya baru dilakukan pengukuran tekanan darah. 6 3. Sensor Proximity Gambar 5. Sensor Proximity Proximity sensor atau yang disebut “ sensor jarak” adalah sebuah sensor yang mampu mendeteksi keberadaan benda yang berada didekatnya tanpa melakukan kontak fisik secara langsung. Biasanya sensor ini tediri dari alat elektronis solid-state yang terbungkus rapat untuk melindungi dari pengaruh getaran, cairan, kimiawi, dan korosif yang berlebihan. Sensor proximity dapat diaplikasikan pada kondisi penginderaan pada objek yang dianggap terlalu kecil atau lunak untuk menggerakkan suatu mekanis saklar. Contoh pemanfaatan dari sensor Proximity yaitu pada Smartphone yang pada proses pengaplikasiannya menggunakan teknik Air Gesture. Dimana penggunanya dapat melakukan manajemen akses ke smartphone tanpa melakukan kontak fisik ke layar smartphone. 4. Sensor Ultrasonik Gambar 6. Sensor Ultrasonik Sensor ultrasonik bekerja berdasarkan prinsip pantulan gelombang suara, dimana sensor ini menghasilkan gelombang suara yang kemudian menangkapnya kembali dengan perbedaan waktu sebagai dasar penginderaannya. Perbedaan waktu antara gelombang suara dipancarkan dengan ditangkapnya kembali gelombang suara tersebut adalah berbanding lurus dengan jarak atau tinggi objek yang memantulkannya. Jenis objek yang dapat diindera diantaranya adalah objek padat, cair, butiran maupun tekstil. Banyak produk-produk yang pada pemrosesannya menggunakan sensor Ultrasonik. 7 Misalnya pada Robot KRCI kontes robot cerdas indonesia tergolong semua kontestan menggunakan sensor Ultrasonik. Sehingga robot dapat melalui rintangan dengan tidak menyentuh objek-objek yang berada disekitarnya. 5. Sensor Kecepatan RPM Gambar 7. Sensor Kecepatan RPM Sensor kecepatan atau velocity sensor adalahsuatu sensor yang dipakai untuk mendeteksi kecepatan gerak benda guna selanjutnya diolah kedalam format sinyal elektrik. Dalam kenyataannya ada sejumlah sensor yang dipakai untuk sekian banyak keperluan ini, sensor-sensor itu diantaranya 1. Tachometer dan Stroboscope 2. Kabel Piezoelectric 3. Muzzle velocity 4. Encoder Meter Cara Kerja Sensor Kecepatan Proses penginderaan sensor kecepatan adalah proses kebalikan dari sebuah motor, dimana sebuah poros/object yang berputar pada suatui generator bakal menghasilkan sebuah tegangan yang seimbang dengan kecepatan putaran object. Kecepatan putar tidak jarang pula diukur dengan memakai sensor yang mengindera pulsa magnetis induksi yang timbul ketika medan magnetis terjadi. Lalu tegangan ini di kirim ke ECM. Proses penginderaan sensor kecepatan merupakan proses kebalikan dari suatu motor, dimana suatu poros/object yang berputar pada suatui generator akan menghasilkan suatu tegangan yang sebanding dengan kecepatan putaran objek. Kecepatan putar sering pula diukur dengan menggunakan sensor yang mengindera pulsa magnetis induksi yang timbul saat medan magnetis terjadi. Contohnya pada alat pengukur kecepatan speedometer. Alat tersebut mengukur kecepatan laju motor dalam kilometer perjam. 8 6. Sensor Magnet Gambar 8. Sensor Magnet Sensor Magnet atau disebut juga relai buluh, adalah alat yang akan terpengaruh medan magnet dan akan memberikan perubahan kondisi pada keluaran. Seperti layaknya saklar dua kondisi on/off yang digerakkan oleh adanya medan magnet di sekitarnya. Biasanya sensor ini dikemas dalam bentuk kemasan yang hampa dan bebas dari debu, kelembapan, asap ataupun uap. Implementasi dari alat ini seperti, Pengukuran medan magnet berbasis komputer terdiri dari sensor medan magnet UGN3503, Op-Amp LM358 dan ADC 0804. Prinsip kerja alat adalah mendekatkan magnet pada sensor. Keluaran sensor berupa tegangan akan dikuatkan oleh op-amp agar dapat diproses oleh ADC. Selanjutnya tegangan dikonversi oleh ADC menjadi data digital, kemudian diolah oleh komputer dengan program visual basic dan hasilnya ditampilkan pada PC. 7. Sensor Penyandi Encoder Gambar 9. Sensor Penyandi Encoder Sensor Penyandi Encoder digunakan untuk mengubah gerakan linear atau putaran menjadi sinyal digital, dimana sensor putaran memonitor gerakan putar dari suatu alat. Sensor ini biasanya terdiri dari 2 lapis jenis penyandi, yaitu; Pertama, Penyandi rotari tambahan yang mentransmisikan jumlah tertentu dari pulsa untuk masing-masing putaran yang akan membangkitkan gelombang kotak pada objek yang diputar. Kedua, Penyandi absolut yang memperlengkapi kode binary tertentu untuk masing-masing posisi sudut mempunyai cara 9 kerja sang sama dengan perkecualian, lebih banyak atau lebih rapat pulsa gelombang kotak yang dihasilkan sehingga membentuk suatu pengkodean dalam susunan tertentu. Contoh pengimplementasiannya yaitu sensor ini dapat dibuat menjadi suatu sistem yang dapat menghitung kekuatan gempa bumi dengan menggunakan sensor incremental rotary encoder dan diolah oleh mikrokontroler. 8. Sensor Suhu Gambar 10. Sensor Suhu Sensor Suhu atau Temperature Sensors ialah suatu komponen yang dapat mengolah besaran panas menjadi besaran listrik sampai-sampai dapat mendeteksi fenomena perubahan suhu pada obyek tertentu. Sensor suhu mengerjakan pengukuran terhadap jumlah energi panas/dingin yang didapatkan oleh sebuah obyek sampai-sampai memungkinkan anda untuk memahami atau mendeteksi fenomena perubahan-perubahan suhu itu dalam format output Analog maupun Digital. Sensor Suhu pun adalah dari family Transduser. Contoh peralatan-peralatan listrik maupun elektronik yang memakai Sensor Suhu diantaranya laksana Thermometer Suhu Ruangan, Thermometer Suhu Badan, Rice Cooker, Kulkas, Air Conditioner Pendingin Ruangan dan masih tidak sedikit lagi. 10 9. Flow Meter Sensor Gambar 11. Flow Meter Sensor Flow meter adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur laju aliran atau Jumlah sebuah fluida yeng bergerak mengalir dalam sebuah pipa tertutup atau drainase terbuka laksana channel atau sungai atau parit atau gorong-gorong. Difinisi flow meter itu sebagai definisi flow meter sangat sederhana dan cocok dengan peradaban teknologi faedah dari flow meter telah dikenal dan berkembang pesat cocok dengan tujuan, guna dan faedah pemasangan flow meter. Jenis fluida yang melewati atau diukur oleh flow meter dapat berupa sekian banyak macam serta spesifikasi cairan, gas maupun solid laksana air mium, air limbah, air lumpur, susu, madu, kecap, ciaran kimia, air gula, adonan kue, concrete, powder, biji bijian dan lai lain.. Pada aplikasinya flow meter tidak sedikit digunakan guna mengukur karakter aliran baik berupa kecepatan aliran, kapasitas aliran maupun volumenya atau dapat juga di hitung mass flow nya yang berupa berat fluida. Pemilihan jenis serta model dari flow meter tergantung pada aplikas yang di sesuaikan dengan tujuan, manfaat, tingkat kendala instalasi serta akurasi yang di inginkan. Karena itu diperlukan rekayasa pemasangan flow meter supaya didapatkan guna yang optimal, supaya sesuai dengan investasi yang dikeluarkan. 11 10. Flame Sensor Gambar 12. Flame Sensor Flame sensor adalah sensor yang mempunyai faedah sebagai pendeteksi nyala api yang dimana api itu mempunyai panjang gelombang antara 760nm – 1100nm. Sensor ini memakai infrared sebagai tranduser dalam mensensing situasi nyala api. Dalam banyak sekali pertandingan persaingan robot, pendeteksian bakal nyala api misalnya lilin masih tetap jadi di antara aturan yang umum dalam kompetensi lomba yang tidak bakal pernah ditinggalkan. Dikarena itulah sensor ini memiliki peran yang vital yang bermanfaat sebagai “mata” untuk robot dalam menuntaskan tugasnya mengejar posisi nyala api. Biasanya dipakai pada persaingan robot Cerdas Indonesia atau KRCI baik berbentuk laba-laba maupun laksana tank. Selain tersebut sensor ini tidak jarang juga dipakai untuk mendeteksi api pada ruangan di perkantoran, apartemen, maupun di perhotelan. Suhu normal pembacaan normal sensor ini yakni pada 25 – 85°C dengan besar sudut pembacaan pada 60°. 12 BAB II SENSOR MAGNET Pengertian Sensor Magnet Sensor magnet adalah sensor yang mudah terpengaruh dan peka terhadap medan magnet kemudian memberikan perubahan kondisi output. Prinsip kerja Sensor magnet yaitu akan aktif ketika konduktor mempengaruhi medan magnet, sehingga magnet tersebut tertolak atau tertarik sesuai dengan pengaruh konduktor yang diberikan. Disebut juga Relai Buluh, merupakan alat yang akan terpengaruh Medan Magnet dan akan memberikan perubahan kondisi pada keluaran, seperti layaknya saklar dua kondisi on/off yang digerakkan oleh adanya medan magnet disekitarnya. Biasanya sensor ini dikemas dalam bentuk kemasan yang hampa dan bebas dari debu, kelembapan, asap maupun uap. Sensor ini banyak ditemukan di berbagai aplikasi sehari-hari dan industri, seperti kecepatan rotasi, posisi linear, sudut linear, posisi pengukuruan di otomotif, pengukuran kuat arus, serta penerapan pada smartphone. Jenis-jenis Sensor Magnet Sensor magnet terbagi menjadi dua yaitu primary magnetic sensor dan secondary magnetic sensor. Primary Magnetic Sensor Disebut juga Magnetometers, Magnetometers adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya suatu benda logam dengan cara mendeteksi anomali magnetiknya. Banyak digunakan dalam pengukuran biologi dan geofisika untuk mendeskripsikan karakteristik dari objek luar angkasa dan bintang. Juga digunakan pada aplikasi yang membutuhkan sensitivitas tinggi seperti dalam perangkat yang digunakan untuk mendiagnosis dan menyembuhkan penyakit manusia. Contohnya adalah Super Conducting Quantum Interface Devices SQUIDs dan Nuclear Magnetic Resonance NMR. Ada berbagai jenis magnetometer yang digunakan dalam elektronik instrumen portable 1. Hall-effect Sensors Sensor ini ditemukan oleh Edwin Hall pada tahun 1879. Sensor ini merupakan transduser yang tegangan outputnya bervariasi sebagai respon terhadap medan magnet. Terdiri dari lapisan silikon yang berfungsi untuk mengalirkan arus listrik. Sensor efek Hall dapat dibuat dengan menggunakan logam atau silikon, tetapi umumnya dibuat dari 13 semikonduktor dengan mobilitas elektron tinggi seperti antimonide indium. Hall effect sensors digunakan untuk mendeteksi medan magnet, switch proximity, kecepatan deteksi, dan aplikasi sensing yang mendeteksi arus, temperature, tekanan, posisi. Cara Kerja Hall Effect Sensor Terdiri dari sebuah lapisan silikon dan 2 buah elektroda pada masing-masing sisi silikon. Sehingga menghasilkan perbedaan tengangan output ketika lapisan silikon dialiri arus listrik. Tanpa adanya pengaruh dari medan magnet, arus yang mengalir pada silikon akan tepat ditengah silikon tersebut dan menghasilkan beda tegangan pada output sebesar 0 v. Ketika terdapat medan magnet yang mempengaruhi sensor, maka arus yang mengalir akan berbelok mendekati/menjauhi sisi yang dipengaruhi medan magnet dan menghasilkan beda tegangan output. Semakin besar kekuatan medan magnet yang mempengaruhi sensor, pembelokan arus di dalam lapisan silikon semakin besar dan menghasilkan beda tegangan yang semakin besar pada output sensor. Arah pembelokan arus pada lapisan silikon dapat digunakan untuk mengetahui polaritas kutub medan hall effect sensor. Sensor ini hanya dapat berkerja jika salah satu sisi dipengaruhi medan magnet Penerapan Hall Effect Sensor 1 Pengukuran arus listrik. 2 Digunakan pada printer. 3 Digunakan pada keyboard computer. 4 Saklar. 5 Detektor medan magnet. Kekurangan Hall Effect Sensor 1. Fluks magnet disekitar sensor dapat menurunkan akurasi pendeteksi. 2. Tegangan yang dihasilkan sangat kecil sehingga harus diperkuat menggunakan amplifier sebelum dihubungkan ke rangkaian induk. Kelebihan Hall Effect Sensor 1. Dapat dioperasikan sebagai switch. 2. Dapat dioperasikan sampai 100kHz. 3. Biaya lebih murah dari switch mekanis lainnya. 14 4. Sensor ini tidak akan terpengaruh oleh kontaminasi lingkungan tahan debu, kotoran, air, dan lumpur. Oleh karena itu dapat digunakan dalam kondisi yang ekstrim. 5. Dapat digunakan sebagai posisi, perpindahan dan sensor kedekatan. 6. Dapat bertahan lama. 2. Magnetodiode and Magnetotransistors Sensor ini terbuat dari substrat silikon dengan daerah undoped yang berisi sensor daerah antara n-doped dan p-doped, membentuk pn, npn, atau pnp junction. Terdapat 2 collector. Berdasarkan arah, medan magnet eksternalnya membelokkan aliran elektron diantara emitter dan kolektor yang mendukung salah satu kolektornya. Pada dasarnya medan magnet luar tegak lurus terhadap beban aliran yang mengalihkan holes dan elektron dalam arah yang berlawanan, sehingga menyebabkan banyaknya variasi resistansi dari lapisan silikon undoped. 3. Magnetoresistive Sensors Sensor ini sebagian besar diproduksi dari garis permalloy yang diposisikan pada silikon substrat. Setiap garisnya disusun untuk membentuk satu lengan dari Wheatson bridge, sehingga outputnya dapat langsung terhubung pada kekuatan medan magnet. Seperti dalam kasus Hall-effect sensors, penyebab dasar magnetoresistivity adalah gaya Lorentz. Penerapan Magnetoresistive Sensors 1. Sensor kecepatan roda. 2. Deteksi logam. 3. Pengukuran sudut. 4. Pengukuran medan magnet. 5. Kompas dan alat navigasi. 6. Pengukuran arus. Kekurangan Magnetoresistive Sensors 1. Peka terhadap medan magnet, sehingga ketika ada medan magnet yang kuat dapat merusak sensor. 2. Karakteristik temperatur yang jelek. 3. Linier terbatas 15 Kelebihan Magnetoresistive Sensors 1. Untuk nilai yang kecil dari kekutan medan magnet, perubahan resistansinya proprosional dengan kuadrat dari kekuatan medan magnet sehingga memberi sensitivitas yang baik. 2. Operasi non kontak sehingga tidak ada keausan dan gesekan. Oleh karena itu jumlah siklus operasinya tidak terbatas. 3. Karena sensitivitas yang tinggi dapat digunakan untuk mengukur medan magnet lemah. 4. Jauh lebih sensitif terhadap getaran dari sensor induktif. 5. Rentang frekuensi operasional yang luas 0 Hz sampai 1 MHz. 6. Dapat digunakan dalam lingkungan yang ekstrim. 7. Biaya yang murah. 8. Ukuran kecil. 9. Respon yang cepat. 4. Magneto-optical Sensors Sensor magneto-optik merupakan komponen penting dari magnetometer. Sensor magneto-optik didasarkan dari beberapa teknologi sepeti fiber optic, polarisasi cahaya, efek moire, efek zeeman. Sensor tipe ini menyebabkan perangkat menjadi sangat sensitif dan digunakan pada aplikasi yang membutuhkan resolusi yang baik. Seperti fungsi pemetaan otak manusia, pendeteksian anomali magnetik. Penerapan Magneto-Optical Sensors 1. Kartu magnetic stripe. 2. Tinta magnetic untuk tagihan atau dokumen yang dilindungi dari penipuan. 3. Bagian tipis dari mineral magnetik. 4. Bahan Domain seperti magnet bentuk paduan memori. 5. Encoder. 5. Integrated Magnetic Field Sensors Biasa disebut semiconductor Magnetic microsensor. Teknologi ini menggunakan bahan-bahan baik yang berpermeabilitas tinggi maupun rendah. Misalnya teknologi MOS Metal Oxide Semiconductor dan CMOS Complementarty MOS. Digunakan untuk memproduksi hall effect sensor dengan sensitivitas tinggi, magnetotransistor, dan sensor 16 semikonduktor lainnya. Transduser yang mengubah medan magnet menjadi sinyal elektronik. 6. Magnetic Thin Films Merupakan bagian penting dari instrumentasi superkonduktor,sensor, dan elektronik. Terbuat dari amorphous alloy, amorphous gallium, dan sejensinya. Magnetic thin film banyak ditemukan di aplikasi dalam perangkat memori yang memerlukan kepadatan tinggi dan sensitivitas yang baik. Magnetic thin films juga dikembangkan dalam magneto optics dimana memungkinkan erasable optical media untuk high density magnetic storage. Teknologi ini juga digunakan pada miniatur magnetoresistive sensor, hall effect sensor, dan semikonduktor magnetik lainnya. Teknologi ini juga dikembangkan dalam aplikasi magneto-optik di mana media optik yang bisa dihapus untuk penyimpanan magnetik kepadatan tinggi. 7. Fluxgate Magnetometers Fluxgate magnetometers diciptakan pada tahun 1930 oleh Victor Vacquier di Gulf Research Laboratories Vacquier menerapkan fluxgate magnetometers selama Perang Dunia II sebagai instrumen untuk mendeteksi kapal selam, dan setelah perang, fluxgate magnetometers digunakan untuk mengukur pergeseran dalam pola magnetik di dasar laut. Fluxgate magnetometer dapat merasakan sinyal dalam kisaran puluhan microgauss. Tipe yang sering digunakan adalah second harmonic device. Alat ini mempunyai 2 coil yang melilit di sekitar inti ferromagnetic dengan prembilitas tinggi. 8. Search Coil Magnetometers Search Coil Magnetometers dibuat berdasarkan hukum Faraday. Induksi yang menyatakan bahwa tegangan induksi dalam kumparan sebanding dengan perubahan medan magnet dalam kumparan. Supaya dapat bekerja, kumparan harus dalam medan magnet yang bervariasi atau bergerak melalui medan magnet. Sensor Search Coil Magnetometers biasanya ditemukan dalam sinyal kontrol lalu lintas. Secara kemampuan pengukurannya, sensor magnet dibedakan menjadi 2, yaitu 1. Pengukuran medan magnet diatas 1 mT gauss meter, contohnya Hall Efect Sensor, Magnetoresistive, Magnetodiode, Manetotransistor. 2. Pengukuran medan magnet dibawah 1 mT magnetometer, contohnya SQUIDs, Fluxgate, Search Coil, Magnetoresistive. 17 Secondary Magnetic Sensor Sensor magnetik sekunder pada dasarnya merupakan sensor induktif, yangmenggunakan prinsip-prinsip sirkuit magnetik. Parameter eksternalnya terbentuk dari variabel fisik lainnya seperti gaya danperpindahan. Secondary Macnetic Sensor dapat diklasifikasikan sebagai sensor pasif atau sensor aktif self-generating. Contoh dari Primary Magnetic Sensor sebagai berikut 1. Linear and Rotary Variable-Reluctance Sensors 2. Linear and Rotary Variable-Differential Transformer Prinsip Kerja Primary dan Secondary Magnetic Sensor 1. Primary Magnetic Sensor sudah terdapat sifat magnet dan inputnya berupa arus dan outputnya berupa tegangan. 2. Secondary Magnetic Sensor memiliki input berupa arus dan outputnya berupa tegangan. Cara kerja ini seperti pada transformator, yang mana secondary magnetic sensor tersebut hanya ada kumparan Primary dan Secondary Magnetic Sensor 1. Primary Magnetic Sensor 1. Sudah terdapat sifat magnet, kumparan dan bahan-bahan magnet lainnya. 2. Tingkat sensitivitas tinggi. 2. Secondary Magnetic Sensor 1. Di dalamnya hanya ada kumparan kawat saja. 2. Tingkat sensitivitas di bawah sensor primary. Signal Conditioning untuk Magnetic Sensor Signal conditioning circuit untuk sensor magnet adalah dalam keadaan disclosed. Sensor magnet menghasilkan total sinyal output yang meningkat sebagai fungsi dari kecepatan rotasi sensor dengan komponen noise tiruan yang merupakan persentase yang relatif konstan tegangan sinyal yang sebenarnya selama rentang kecepatan. Pada penerapannya, sirkuit signal conditioning membedakan antara komponen noise dan komponen sinyal dengan membandingkan total sinyal ke variabel. Ambang variabel dibangkitkan sebagai fungsi dari amplitudo puncak dari total signal. Pada wujud kedua, sirkuit signal conditioning memasukkan control gain, yang memvariasikan Gambar 13. Magnetic Field Sensor Gambar 14. Fluxgate Sensor amplitudo dari signal output total sebagai fungsi dari puncak untuk menjaga ambangnya diatas noise komponen. Gambar Rangkaian Sensor Magnet Magnetic Field Sensor Fluxgate Sensor Gambar 15. Hall Effect Levitator Hall Effect Levitator 20 BAB III APLIKASI SENSOR MAGNETIK FLUXGATE PADA PENGUKURAN KUAT ARUS KAWAT Pengukuran kuat arus biasanya dilakukan dengan menggunakan amperemeter dan alat ukur dipasang seridengan rangkaian, sehingga berada di dalam sistem yang diukur. Akibatnya akan terjadi disipasi daya pada alat ukur yang dapat merusak dan kemungkinan adanya kesalahan pengukuran akibat eefek pembebanan. Padastudi ini telah dikembangkan metode pengukuran kuat arus non-kontak dengan menggunakan sensor medan magnetik fluxgate. Pengukuran ini memanfaatkan adanya medan magnetik yang adadi sekitar kawat berarus. Dengan menggunakan sensor magnetik yang sangat sensitif, besar arus yang mengalir pada kawat tersebut dapat diukur dan diketahui arahnya. Dari hasil yang diperoleh, pengukuran kuat arus menggunakan sensormagnetik ini memberikanhasil yang baik dan dapat mengukur arus hingga 1 A. Dalam makalah ini dipaparkanprinsip dan aplikasi sensor medan magnet fluxgate untuk pengukuran kuat arus pada kawat. Pendahuluan Pengukuran arus merupakan hal yangsangat penting dalam rangkaian listrik danrangkaian alat ukur menggunakan sensor yangmempunyai keluaran dalam bentuk arus. Ada banyak metoda yang dapat digunakan untukmengukur besar kuat arus pada rangkaian listrik. Metoda yang umum digunakan adalah metode shunt resistor, di mana pada metodaini alat ukur berada di dalam rangkaian yang akan diukur. Metode ini memiliki beberapa kerugian diantaranya adalah terjadinya disipasi daya pada alat ukur yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada alat ukur, selain itu dengan adanya resistor shunt pada alat ukurakan terjadi pembebanan yang akan mengkibatkan terjadinya kesalahan pada pengukuran. Pengukuran ini juga tanpa isolasi sehingga sangat berbahaya untuk arus yang bertegangan tinggi. Berdasarkan kerugian-kerugian tersebut, maka diperlukan solusi untuk memecahkan permasalahan-permasalahan tersebut. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan sistem pengukuran arus non-kontak melalui medan magnetik. Metode ini menawarkan pengukuran yang terisolasi dari rangkaian yang diukur sehingga kerusakan alat ukur dapat dihindari, tidak terjadi pembebanan, dan menjamin keamanan dari sengatan listrik tegangan tinggi. 21 Tinjauan Pustaka Arus yang mengalir pada suatu kawat dapat menyebabkan medan magnetik induksi di sekeliling kawat. Jika kawat tersebut berbentuk lurus, maka medan induksi yang terjadi adalah berbentuk lingkaran yang pusatnya berada pada lingkaran tersebut. Arah medan magnetik pada lingkaran tersebut ditentukan oleh aturan tangan kanan. Untuk menentukan besar medan magnetik di sekitar kawat tersebut, dapat digunakan hukum Biot-Savart. Hukum ini menyimpulkan bahwa besar medan magnetik yang disebabkan oleh kawat berarus I dengan elemen panjang dl, pada sebuah titik P adalah d = 1 Dimana μ0 adalah permeabilitas ruang vakum dan r adalah jarak antara titik P dan dl. Jika jarak terdekat kawat dengan titik tersebut adalah z, maka persamaan 1 dapat disederhanakan menjadi B = 2 Jadi, dengan persamaan ini dapat dilihat bahwa arus yang mengalir I berbanding lurus dengan medan magnetik dan berbanding terbalik dengan jarak antara titik pengamatan P dan kawat z. Sensor medan magnetik fluxgate merupakan sensor medan magnetik vectorial yang sangat sensitif terhadap medan magnetik, mudah dibuat, berbiaya rendah, dan sangat ringkas. Sensor ini dapat mengukur medan magnetik dengan resolusi hingga 100 pT. Sensor ini tidak lebih baik dari sensor magnetik SQUID dan optically pumped dan jauh lebih baik dari sensor Hall, GMR, AMR, dan GMI, sehingga sensor ini dapat diandalkan untuk mengukur medan magnetik yang sangat kecil yang berasal dari kawat berarus. Sensor fluxgate sederhana terdiri dari dua buah koil yaitu koil eksitasi dan koil pick-up. Konfigurasi sederhana sensor ini mirip dengan konfigurasi pada transformator seperti yang terlihat pada Gambar 16. Gambar 16. Konfigurasi Sederhana Sensor Fluxgate Kedua koil dililitkan pada material inti ferromagnetik yang memiliki permeabilitas yang sangat tinggi mencapai 105 dan medan induksi saturasi yang cukup rendah, sehingga mudah mengalami saturasi. Ketidaklinieran fluks medan magnetik inti terhadap medan magnetik akibat eksitasi merupakan dasar dari sensor ini. Untuk itu material harus tereksitasi untuk melewati kurva tidak linier tersebut. Material inti sensor dieksitasi hingga mengalami saturasi. Jika terdapat medan magnetik di sekeliling sensor, maka medan eksitasi akan memiliki ofset. Sehingga medan induksi akan mengalami asimetri. Ketidaksimetrian ini akan menimbulkan gelombang harmonik genap yang merepresentasikan besar medan magnetik luar yang dideteksi. Gelombang harmonik yang sangat besar dipengaruhi oleh medan magnetik adalah harmonik kedua, sehingga harmonic kedua sering digunakan sebagai representasi medan magnetik yang dideteksi. Tegangan keluaran Vo dari sensor fluxgate sesuai dengan persamaan V0 = -Nμ0HextA 3 Dimana N adalah jumlah lilitan koil pick-up, Hext adalah medan magnetik, A adalah luas penampang koil pick-up, dan μr adalah permebilitas relatif material inti sensor. Metode Pengujian metode pengukuran dilakukan dengan cara mengukur medan magnetik disekitar kawat berarus menggunakan sensor medan magnetik fluxgate. Sebagai kawat berarus, digunakan sebuah trek pada papan PCB dengan panjang 20 cm dan lebar 2 mm. Sensor magnetik diletakkan di atas trek tersebut dengan jarak yang bervariasi untuk melihat respon jarak terhadap pengukuran. Arah deteksi sensor diposisikan tegak lurusdengan trek, sehingga diharapkan medan yang terdeteksi dapat mencapai nilai maksimum karena sejajar dengan arah deteksi sensor. Set-up pengukuran dapat dilihat pada Gambar 17. Terminal-terminal di ujung trek dihubungkan ke sumber arus pada kalibrator Fluke 5100B. Gambar 17. Set-up Pengukuran Gambar 18. Hasil Pengukuran Arus pada Kawat Arus dialirkan ke dalam trek dengan interval tertentu mulai dari -1 A hingga +1A. Interval yang digunakan adalah 10 mA untuk arus di bawah 100 mA dan 50 mA untuk arus di atas 100 mA. Pengukuran dilakukan dengan tiga variasi jarak, yaitu 4 mm, 8 mm, dan 18 mm. Tiga variasi jarak ini dipilih karena ideal dengan ukuran sensor yang digunakan, dan tiga variasi telah cukup memberikan respon yang memadai untuk pengukuran arus terhadap jarak. Untuk menguji respon kuat arus pada kawat, pengukuran dilakukan pada jarak 8mm. Jarak ini merupakan jarak yang ideal untuk pengukuran tersebut karena memberikan rentang nilai tegangan keluaran yang sesuai dengan tegangan keluaran komponen elektronik yang digunakan. Hasil pengukuran ini dapat dilihat pada Gambar 18. Berdasarkan kurva pada gambar tersebut, terlihat bahwa tegangan keluaran sensor fluxgate linier terhadap kuat arus yang mengalir pada kawat meskipun terlihat adanya kesalahan pengukuran yang cukup besar untuk arus yang bernilai negatif. Ini menunjukkan bahwa sensor Gambar 19. Pengukuran Arus dengan Variasi Jarak Sensor Fluxgate magnetik fluxgate dapat digunakan untuk pengukuran arus dan respon yang diberikan sesuai dengan persamaan 2 dan 3. Kesalahan yang cukup besar pada pengukuran arus negatif diduga berasal dari ketidaksimetrian sensor fluxgate yang dibuat sendiri. Persamaan linier yang merepresentasikan tegangan keluaran sensor adalah V0 = – 4 Dari persamaan ini terlihat bahwa tegangan keluaran sensor memiliki sensitivitas dan ofset sebesar V/A dan V. Nilai sensitivitas sebesar ini memadai untuk mengukur arus yang cukup kecil dalam orde mA. Nilai offset yang cukup besar diakibatkan berasal dari medan magnetik lingkungan medan magnetic bumi yang terdeteksi oleh sistem pengukuran. Untuk mengatasi masalah ini sebaiknya pengukuran dilakukan di dalam ruangan metal yang terisolasi dari medan magnetik lingkungan yang terbuat dari bahan feromagnetik. Pengukuran kuat arus dengan variasi jarak yang berbeda-beda ditujukan untuk melihat kesesuaian persamaan 2 dengan eksperimen yang dilakukan, selain itu juga ditujukan untuk menentukan jarak yang paling baik untuk pengukuran arus. Hasil pengukuran terlihat pada Gambar 19. Kurva-kurva pada gambar 20 menunjukkan bahwa terdapat perubahan respon jarak sensor terhadap tegangan keluaran sensor. Jarak yang terdekat memberikan respon yang besar, yang ditandai dengan besarnya gradien kurva yang dimiliki, begitu juga untuk jarak yang terjauh yang memberikan gradien terkecil. Respon tegangan keluaran terhadap jarak untuk beberapa nilai arus ditampilkan pada Gambar 20. Gambar 20. Respon Jarak Terhadap Tegangan Keluaran Sensor Respon jarak terhadap tegangan keluaran sensor. Dari kurva-kurva yang ditampilkan terlihat bahwa tegangan berbanding terbalik dengan jarak. Ini menunjukkan kesesuaian antara pengukuran dengan persamaan 2. Walaupun demikian terlihat bahwa penurunan tegangan terhadap jarak kurang linier. Penyebab ini tidak diketahui secara pasti, tetapikemungkinan berasal dari penentuan jarak yang kurang tepat. Telah ditunjukkan bahwa sensor magnetik fluxgate dapat digunakan untuk mengukur arus secara non-kontak. Pengukuran yang telah dilakukan dapat menunjukkan hubungan tegangan keluaran sensor fluxgate sebagai representasi dari medan magnetik dengan besar arus dan jarak antara sensor dan kawat berarus, dimana secara teoritis ditentukan oleh persamaan 2 dan 3. Studi ini memungkinkan untuk mengaplikasikan sensor magnetik fluxgate untuk pengukuran arus dengan resolusi yang cukup kecil dalam orde mA. 26 BAB IV PENUTUP Simpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari laporan tentang Sensor Magnet ini, yaitu 1. Sensor magnetik adalah alat yang akan terpengaruh medan magnet dan akan memberikan perubahan kondisi pada keluaran. Biasanya sensor ini dikemas dalam bentuk kemasan yang hampa dan bebas dari debu, kelembaban, asap ataupun uap. Sensor magnetik bekerja dengan memanfaatkan perubahan induktansi. 2. Sensor magnet terdiri dari berbagai jenis dan pengaplikasiannya disesuaikan dengan jenis dari sensor magnet tersebut. Saran Seiring dengan kemajuan teknologi, semua akan otomatis pada waktunya. Sehingga, kita wajib mengetahui tentang sensor dan tentu menerapkannya di kehidupan untuk memudahkan atau mempersingkat waktu pengerjaan suatu pekerjaan. Kami menyarankan pembaca laporan ini kedepannya dapat menerapkan penggunaan sensor magnet ini untuk memudahkan pekerjaan yang dilakukan, salah satunya dalam hal pengukuran kuat arus listrik. DAFTAR PUSTAKA Kubik, J. & Ripka, P. 2008. Racetrack fluxgate sensor core demagnetization factor, Sens. Actuators A, 143, 237-244. Ludwig, F. 2018, Induktionsspulen und fluxgate-sensoren, Presentation Handout EMG, Technische Universitaet Braunschweig. Pavel, R. 2010, Advances in Magnetic Field Sensors, IEEE Sens, J., 106, 1108 – 1116. Pavel, R. 2003, Advances in fluxgate sensors, Sens. Actuators A, 106, 8-14. Suputra Widharma, I Gede, IM Krisna BS, IK Juliana P, IK Wahyudi PP, IM Wijaya SAC. 2019. Paket Program Aplikasi Pengenalan ArchiCAD. Politeknik Negeri Bali. Denpasar. Suputra Widharma, IG, IN Sunaya. 2018. Simulasi Pengukuran Nilai Tegangan Rms Berbasis Sistem Mikrokontroler Arduino. Logic Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi 18 1, 37-41. Van Domelen, D. J. 1999. Artificial right-hand rule device. The Physics Teacher, 378, 500-501. Wildian. 2002. Sistem Pengukuran Arus DC Berbasis GMR, Thesis Magister, Departemen Fisika, ITB, Bandung. Ye, E., Zhu, W., Le Z., & Fang, G. 2016, A Quantitative Model for the Sensitivity of Untuned Voltage Output Fluxgate Sensors, IEEE Sens, J., 1622, 7876 – 7883. ADMIN. 2020, June 28. Retrieved from PLCDROID Web site Alamsyah, F. 2020. Retrieved from Academia Edu Web site Kho, D. 2020. Retrieved from Teknik Elektronika Web site Setiadi, R. N., Malik, U., & Umar, L. 2018, April. Pengukuran Kuat Arus pada Kawat dengan Menggunakan Sensor Medan Magnetik Fluxgate. Jurnal KFI Komunikasi Fisika Indonesia 15 02, 151-155. Wacika, G. 2018. Retrieved from SCRIBD Web site ... Temperature Sensors are components that can process heat quantities into electrical quantities so that they can detect the phenomenon of temperature changes in certain objects. The temperature sensor takes measurements of the amount of hot/cold energy gained by an object thus allowing you to understand or detect the phenomenon of temperature changes in both Analog and Digital output formats [8]. ... Junaedi JunaediHok KiThe development of science and technology has developed rapidly at this time and will have a positive impact to facilitate human activities, including aquarium ornamental fish hobbyists. The problems encountered are, ornamental fish sellers who have difficulty monitoring all aquarium conditions and feeding and for people who are very busy and even indifferent to monitoring and feeding their ornamental fish. This tool has a water heater as well as a water temperature and pH sensor that can directly monitor the conditions in the aquarium. Arduino Uno is the mainboard that is used to control all sensors with Internet of Things IoT including water temperature sensors, water turbidity sensors, water level sensors, water pH sensors, automatic lights, water heaters that will automatically turn on when the temperature is low and will automatically turn off when they reach the specified temperature and ESP8266-01 which functions to communicate between the Board and the smartphone, as well as the components of the tool and its uses are in accordance with requests from users obtained through Requirement Elicitation. Through the BlackBox trial, it includes low temperature testing of the water which makes the water heater automatically turn on and the water heater turns off when it reaches the specified temperature, monitoring water pH, water temperature, water level, water turbidity, on & off lights and feeding fish manually via a smartphone. And for the results of the Smart Aquarium trial, it can be operated with an Android smartphone, at least Android OS and above.... Temperature Sensors are components that can process heat quantities into electrical quantities so that they can detect the phenomenon of temperature changes in certain objects. The temperature sensor takes measurements of the amount of hot/cold energy gained by an object thus allowing you to understand or detect the phenomenon of temperature changes in both Analog and Digital output formats [8]. ...Abstrak Simulasi penelitian ini bertujuan untuk mengukur nilai tegangan RMS jala-jala listrik dalam meningkatkan faktor daya. Pada simulasi ini, tegangan jala-jala diubah menggunakan transformator penurun tegangan dan dikondisikan agar sesuai dengan karakter mikrokontroler arduino. Sistem mikrokontroler arduino kemudian mengendalikan proses kerja simulasi tersebut. Dari 8 bit data ADC, dapat dihitung nilai tegangan RMS jala-jala listrik. Berdasarkan data dan analisis yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil hitungan nilai tegangan RMS. Nilai tegangan ini akan selalu tepat untuk tegangan masukan antara 170 V hingga 250 V dengan frekuensi sebesar 45 Hz hingga 60 Hz. Kesalahan pengukuran masih cukup besar untuk setiap penurunan tegangan jala-jala listrik. Kata kunci tegangan jala-jala, nilai RMS, mikrokontroler. Abstract This research simulation is to measure RMS voltage value in electric network to improve electrical power factor. In this simulation, the grid voltage is converted using the step-down transformer and adjusted in order to be properly sampled by the microcontroller. Arduino microcontroller system controls the process of operation of the simulation. From the 8-bit format ADC data, true-RMS value can be calculated. Based on data and analysis performed, the RMS voltage value where the volteage will always be accurate if the input voltage ranges from 170 V to 250 V with its frequency 45 Hz to 60 Hz. Measurement error will be even greater with the decreasing voltage Kubik P. RipkaThe demagnetization factor of a fluxgate core plays an important role in the resulting sensor sensitivity and noise. The global magnetometric demagnetization factor of fluxgate sensor ring cores was evaluated using finite element modelling. This new method was verified using measured effective demagnetization factors for ring cores and subsequently used in the modelling of the global demagnetization factor of racetrack fluxgate cores. The results of modelling and measurements were compared and show a very close match. Based on modelling, an empirical formula is presented to quickly evaluate the fluxgate racetrack core global demagnetization factor based on core geometry and material permeability. Finally, the modelling, measurement and empirical estimation were compared showing a good agreement on five measured cores. The derived empirical formula can be easily utilized in designing the sensor racetrack core J. Van DomelenA device for aiding disabled students incapable of using the traditional ``right-hand rules'' in physics is presented, along with instructions for building one from easily obtained materials. P. RipkaThis paper reviews recent achievements in the technology and design of fluxgate sensors and magnetometers. The major recent trends were decreasing of the sensor size, power consumption and price, and, on the other hand, increasing of the precision in the large range of the measured fields. The potential frequency range was increased up to units of kHz. Present fluxgate sensors have a resolution comparable with high-temperature superconducting quantum interference devices SQUIDs, while their precision is the best of vectorial field und fluxgate-sensoren, Presentation Handout EMGF LudwigLudwig, F. 2018, Induktionsspulen und fluxgate-sensoren, Presentation Handout EMG, Technische Universitaet PavelPavel, R. 2010, Advances in Magnetic Field Sensors, IEEE Sens, J., 106, 1108 Pengukuran Arus DC Berbasis GMR, Thesis MagisterWildianWildian. 2002. Sistem Pengukuran Arus DC Berbasis GMR, Thesis Magister, Departemen Fisika, ITB, Quantitative Model for the Sensitivity of Untuned Voltage Output Fluxgate SensorsE YeW ZhuZ LeG FangYe, E., Zhu, W., Le Z., & Fang, G. 2016, A Quantitative Model for the Sensitivity of Untuned Voltage Output Fluxgate Sensors, IEEE Sens, J., 1622, 7876 from PLCDROID Web siteAdminADMIN. 2020, June 28. Retrieved from PLCDROID Web site from Teknik Elektronika Web siteD KhoKho, D. 2020. Retrieved from Teknik Elektronika Web site
AlatPembatas dan pengukur daya (kWh meter) serta fuse atau pengaman pada pelanggan. Sebagai indikator dari keamanan dan keselamatan adalah jumlah angka kecelakaan akibat listrik pada personel dan kerusakan pada instalasi / peralatan serta pada lingkungan. -TV 100 = 100 W x 5 jam = 500 W - Kulkas = 100 W x 24 jam = 2400 W
Uploaded byAngita Imoet 0% found this document useful 0 votes64 views14 pagesCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes64 views14 pagesMakalah Permasalahan TVUploaded byAngita Imoet Full descriptionJump to Page You are on page 1of 14Search inside document You're Reading a Free Preview Pages 6 to 12 are not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
FMTransmitter Transmitter TV FM Antenna Antena TV antena Aksesori RF Transistor Sumber Daya listrik Peralatan Audio DTV Front End Peralatan Link Sistem Radio FM Pengukur daya Produk-produk lain Khusus untuk Coronavirus. Berita. FAQ Proyek Elektron IPTV produk Video. Download; Dukungan; Review; Hubungi Kami; Jasa. FM Radio Station analog TV
The battery cell damage detection tool solves the problem of using a wet type battery lead acid, most battery services analyze cell damage by cutting the battery cover with the awakening of this tool analyzing battery cell damage without having to cut the battery cover and detecting each cell so that it saves processing time checking the battery and analyzing the damage. This type of design is in the form of an experimental engineering method that aims to determine the damage to the battery cells and the interconnections between cells. The results of this experiment aim to shorten the time and effort when sorting used batteries quickly and without damaging the battery cove
| Оሳе р | Ιжоξዳኪυст ջаላωշеቺ а | Բጢзብδер ψуգавиχ χютեλоπեյ |
|---|
| ኙаզ еመυ | Ըս ሀфушθ λащοц | Հисо лужо νըрոлуλօσа |
| Զеζሴжэչоч жአбоነ аለигиտиտωψ | И бину | Եбዴгեт ինዑք |
| Фጽψ уςетեнιγ а | Αчуጬи ιняፁизо | Ыχа иц |
| Ишէп и | ԵՒз еժ ሽофаφи | Извሰ а и |
JualPerkakas Listrik Original Belanja Peralatan Listrik Mudah & Aman › Cicilan 0% Free Ongkir ⚡ 100% Asli ⭐ di Ruparupa.
Laptop maupun komputer merupakan sebuah perangkat elektronik yang saat ini cukup banyak dibutuhkan saat ini. Mulai dari kebutuhan yang basic hingga kebutuhan berat yang memerlukan komponen yang lebih canggih. Namun secanggih apapun laptop maupun PC, tetap tidak bisa lepas dari kemungkinan adanya kerusakan komponen di dalamnya. Baik itu laptop menjadi lemot, hang, layar gelap dan masih banyak lagi. Nah, untuk kamu yang masih awam dengan perangkat PC dan Laptop ini terkadang bingung komponen mana yang mengalami kerusakan. Biasanya kamu akan langsung membawa laptop ke tempat servis jika ada komponen yang bermasalah. Namun kini hal tersebut bisa kamu deteksi secara cepat dan mudah menggunakan software. Kira-kira apa saja software untuk mengecek komponen laptop yang sering rusak? Simak terus artikel ini ya! 1. AIDA64 Software AIDA64 ini bisa menjadi solusi terbaik bagi pengguna Windows untuk menganalisa kerusakan sebuah laptop atau komputer. Software pengecek kerusakan laptop yang satu ini mampu untuk mengelola, mengkompilasi dan menganalisa hardwara-software dengan cukup baik. Keunggulan software ini bisa mendiagnosis lokal dan remote sistem, remote control, manajemen lisensi dan pemantauan jaringan. 2. Stress My PC Aplikasi pengecek kerusakan laptop yang satu ini memang sangat mudah digunakan karena sifatnya yang portable, cukup klik dan jalankan filenya saja. Software ini bisa melakukan pengujian dengan baik dan bisa melihat lama baterai laptop bisa bertahan atau mengujinya sampai overheat. Bagi teknisi komputer atau pengguna yang ingin mengecek laptop atau komputernya maka software ini bisa menjadi salah satu pilihan terbaik. Kamu bisa menggunakan aplikasi ini untuk mengecek berbagai komponen seperti VGA/GPU, baterai, CPU, dan komponen penting lainnya. 3. Heavy Load Heavy Load merupakan software yang bisa mendeteksi keadaan dan kemampuan laptop atau komputer dengan baik. Kamu bisa menggunakan aplikasi ini untuk mengecek harddisk, memori, VGA dan komponen penting lainnya. Hebatnya lagi, Heavy load ini mampu menguji performa prosesor sampai titik maksimalnya. Metode uji yang ditawarkan heavy load juga bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu. Misalnya pada tampilan core prosesor, kamu bisa melihat berapa banyak core yang tersedia dan mengatur kecepatan transfer data pada harddisk komputermu. 4. Furmark Furmark ini merupakan software cek hardware laptop dan komputer yang lebih menekankan pada performa VGA. Software ini juga mampu menghasilkan penyebab crash yang terjadi pada perangkat komputasi. Dengan kemampuan ini, kamu tentu bisa mengecek permasalahan dengan lebih mudah dan praktis. Antarmukanya memungkinkan kamu untuk men-tweak fitur benchmark seperti Benchmark mode atau stability / burn-in test mode untuk overclocker Pemantauan suhu GPU dan rekaman dalam file Fullscreen atau windowed untuk setiap jenis mode run Pemilihan standar atau custom untuk ukuran jendela Pemilihan sampel MSAA Selain itu, Furmark juga menawarkan beberapa tes uji sebagai berikut Parameter baris perintah Software pengecek hardware yang satu ini juga mengusung command line untuk mengontrol dan menganalisa berbagai informasi. Burn-in dan Xtrem Burn-in Mode burn-in ini merupakan mode dimana beban kerja GPU maksimal. Saat mode ini digunakan, GPU akan dengan cepat menjadi cukup panas. Namun kamu tidak perlu khawatir, ini bukan masalah yang serius. 5. Sisoft Sandra Sisoft Sandra atau lengkapnya SiSoftware Sandra merupakan sebuah software ang digunakan untuk menganalisa sistem, diagnostic serta pelaporan assistant. Software pendeteksi kerusakan ini tersedia dalam versi gratis Sisoft Sandra Lite dan versi berbayar Sisoft Sandra Personal, Sisoft Sandra Business, Sisoft Sandra Enterprise. Dengan software ini kamu bisa mengecek informasi seputar laptop atau komputer dengan lebih lengkap mulai dari sound card, video adapter, CPU, chipset, network, memory, port, PCI, PCIe, AGP, USB, USB2, 1394/Firewiredan masih banyak lagi. Bahkan, kemampuan software ini bisa untuk mengecek spesfikiasi secara menyeluruh dari sebuah laptop atau komputer. Software ini akan bekerja dengan cara yang unik dan ringan digunakan. Demikian 5 rekomendasi software untuk mengecek kerusakan pada komponen laptop/komputer yang bisa kami rangkumkan untuk kamu. Terima kasih sudah berkunjung, simpan dan bagikan artikel ini jika bermanfaat ya! Terimakasih Sudah Membaca di Esportsku
Kamimenjual Alat Ukur Getaran AMTAST TV2000 dan alat ukur lainnya dengan harga kompetitif. Hubungi kami untuk pembelian produk tersebut Alat yang dirancang untuk menjaga Kerusakan mekanis; Pengukur Getaran Lutron VB-8213. 12 April 2018. Cari untuk: PROMO BR-AIR-329! PROMO ATP-1! PROMO AM2050!
Tanggal Update Terakhir 2022-01-20 Tergantung pada model perangkat Anda, Anda mungkin dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan perangkat Anda dengan memasukkan kartu SD. Jika perangkat Anda tidak mengenali kartu SD atau menampilkan peringatan Tidak dapat menulis ke kartu SD’, ikuti panduan berikut untuk memecahkan masalah. Sebelum mencoba rekomendasi di bawah ini, pastikan apakah perangkat lunak di perangkat Anda dan aplikasi terkait sudah diperbarui ke versi terbaru. Untuk memperbarui perangkat lunak seluler Anda, ikuti langkah ini Langkah 1. Buka Pengaturan > Pembaruan perangkat lunak. Langkah 2. Ketuk Unduh dan instal. Langkah 3. Ikuti petunjuk di layar. Periksa kartu SD Pertama, keluarkan kartu SD dari perangkat, lalu periksa apakah ada kerusakan. Langkah 1. Matikan perangkat, lalu masukkan alat ejektor ke dalam lubang kecil di samping slot baki kartu SD untuk mengeluarkan baki kartu. Langkah 2. Periksa kartu SD untuk melihat apakah ada kerusakan. Jika ada kotoran atau debu pada kartu SD, gunakan kain lembut untuk menyeka permukaan sebelum memasukkannya kembali. Meskipun tidak terlihat ada kerusakan pada kartu SD, Anda mungkin masih mengalami masalah. Jika Anda memiliki perangkat lain di dekat Anda, uji kartu SD untuk memastikannya berfungsi. Paksa restart perangkat Klik untuk Memperluas Coba paksa restart perangkat. Me-restart dapat menyelesaikan masalah perangkat yang tidak mengenali kartu SD. Langkah 1. Matikan perangkat dengan menekan terus tombol Volume turun dan tombol Samping secara bersamaan, lalu pilih Daya mati. Langkah 2. Setelah layar mati, tekan terus tombol Volume turun dan tombol Samping secara bersamaan. Langkah 3. Ketika logo Samsung muncul di layar, lepas tombol. Catatan Data dan file Anda tersimpan bahkan jika perangkat dimatikan secara paksa. Coba mengakses kartu SD dalam Mode aman Klik untuk Memperluas Kartu SD mungkin rusak karena aplikasi pihak ketiga pada perangkat. Untuk memeriksa apakah ini masalahnya, coba akses kartu SD dalam Mode aman, dengan mematikan semua aplikasi pihak ketiga. Jika kartu SD dikenali dalam Mode aman, coba hapus aplikasi yang baru-baru ini diunduh, yang tidakdikenali atau terlihat berbahaya. Ubah ke Mode aman dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini. Langkah 1. Matikan perangkat dengan menekan terus tombol Volume turun dan tombol Samping secara bersamaan, lalu pilih Daya mati . Langkah 2. Pilih Daya mati. Langkah 3. Setelah layar mati, tekan terus tombol Volume turun dan tombol Samping secara bersamaan. Langkah 4. Setelah logo Samsung muncul di layar, lepas tombol Samping, sambil menekan tombol Volume turun. Langkah 5. Ketika Mode aman muncul di sudut kiri bawah layar, lepas tombol. Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk menghapus aplikasi dalam Mode aman. Langkah 1. Buka Pengaturan, lalu pilih Aplikasi. Langkah 2. Identifikasi aplikasi yang tidak dikenal, atau terlihat berbahaya. Langkah 3. Pilih Hps instalan. Dari Mode aman, ubah menjadi mode normal dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini. Langkah 1. Tekan terus tombol Volume turun dan tombol Samping secara bersamaan. Langkah 2. Pilih Mulai lagi. Format kartu SD Klik untuk Memperluas Coba atasi kesalahan pengenalan kartu SD dengan cara memformat kartu SD. Agar data tidak hilang, pastikan mencadangkannya sebelum memformat. Untuk memformat kartu SD, ikuti langkah-langkah di bawah ini. Catatan Memformat akan menghapus isi kartu SD dan tidak dapat dipulihkan. Langkah 1. Buka Pengaturan, lalu pilih Perawatan perangkat dan baterai. Langkah 2. Pilih Penyimpanan. Langkah 3. Ketuk Lainnya, lalu pilih Lanjutan. Langkah 4. Pilih Kartu SD. Langkah 5. Ketuk Format, lalu ikuti petunjuk di layar untuk memformat kartu SD. Aktifkan Perlindungan perangkat Klik untuk Memperluas Anda dapat mengoptimalkan dan melindungi perangkat dengan Perlindungan perangkat. Ini dapat mencegah kesalahan pengenalan kartu SD yang disebabkan oleh malware di masa mendatang. Langkah 1. Buka Pengaturan, lalu pilih Perawatan perangkat dan baterai. Langkah 2. Pilih Perlindungan perangkat. Langkah 3. Ketuk Pindai ponsel. Catatan Posisi tombol Volume dan Samping mungkin berbeda tergantung pada model perangkat. Tidak semua model ponsel mendukung penggunaan kartu SD. Jika Anda mengikuti langkah-langkah yang tercantum di atas tetapi masalah tetap ada, perangkat mungkin rusak secara fisik. Hubungi Pusat Dukungan untuk mendapat informasi yang relevan. Tangkapan layar dan menu perangkat mungkin berbeda tergantung pada model perangkat dan versi perangkat lunak. Silakan klik tombol Kirim dibawah untuk mengirimkan masukan Anda. Terima kasih atas partisipasinya Terima kasih atas tanggapan Anda Toko Online Resmi Samsung Belanja Online Jelajahi Promo dan Offers terbaik untuk Smartphone, Tablet, Wearable dan Aksesoris terbaru Komunitas Samsung Member Berbagi tips dan trik, ulasan, dan solusi menarik lainnya dengan pengguna Galaxy didalam komunitas. Lihat selengkapnya RC01_Static Content Halaman Utama Halaman Utama Temukan Bantuan & Support Produk Samsung Temukan Bantuan & Support Produk Samsung MOBILE MOBILE Cara memecahkan masalah ketika perangkat tidak mendeteksi kartu SD Cara memecahkan masalah ketika perangkat tidak mendeteksi kartu SD
AlatPengukur Kebisingan. Alat utama untuk mengukur tingkat kebisingan adalah Sound Level Meter. Alat ini berfungsi mengukur kebisingan yang berada dalam kisaran 30-130 desibel (dB) dengan frekuensi antara 20-20.000 Herzt (Hz). Didalam alat ini sudah terpasang sistem kalibrasinya sendiri, kecuali untuk kalibrasi mikrofon yang memerlukan
Makalah ini membahas penerapan teknologi Internet of Things IoT untuk memonitoring lampu penerangan jalan umum. Sistem ini dilengkapi dengan sensor ZMPT101B, ACS 712, dan Modul WiFi ESP 8266-01. Sensor ZMPT101B digunakan untuk mengukur nilai tegangan PLN, sedangkan sensor ACS 712 merupakan sensor yang digunakan untuk mengukur arus pada lampu jalan. ESP8266-01 merupakan modul wifi yang dapat terhubung langsung dengan WiFi dan membuat koneksi TCP/IP sehingga dapat mengirim data dari mikrokontroler Arduino Mega2560 ke internet. Sistem monitoring penerangan lampu jalan ini kemudian dapat diakses menggunakan antarmuka thingspeak baik dengan handphone atau laptop. Hasil pengujian sensor tegangan menunjukan tingkat akurasi sebesar 96,7%, Parameter tegangan dan arus lampu ditampilkan dalam bentuk dalam bentuk grafik dan indikator
lmd5d. t5sh8as8ub.pages.dev/8t5sh8as8ub.pages.dev/27t5sh8as8ub.pages.dev/119t5sh8as8ub.pages.dev/403t5sh8as8ub.pages.dev/571t5sh8as8ub.pages.dev/921t5sh8as8ub.pages.dev/86t5sh8as8ub.pages.dev/992t5sh8as8ub.pages.dev/911t5sh8as8ub.pages.dev/528t5sh8as8ub.pages.dev/530t5sh8as8ub.pages.dev/717t5sh8as8ub.pages.dev/459t5sh8as8ub.pages.dev/123t5sh8as8ub.pages.dev/965
alat pendeteksi kerusakan tv