ï»żBukubahan ajar bahasa Sunda pada mulanya dikarang oleh orang Belanda, kemudian dikarang bersama oleh orang Belanda dan orang Sunda, akhirnya dikarang oleh orang Sunda sendiri. Biografi Singkat Tokoh-tokoh Pendiri Paguyuban Pasundan 1 lahir di Bandung ta hun 1866, berdarah campuran Bugis (ayah) dan Sunda (ibu), pendidikan terakhir Sekolah loading...Pahlawan Nasional Otto Iskandardinata. Foto/ DALAM bahasa Sunda, si jalak harupat memiliki arti ayam jantan yang gagah, pemberani, dan bersuara lantang saat berkokok. Sifat itu disematkan untuk sosok Pahlawan Nasional Perintis Kemerdekaan, Otto Iskandardinata .Di Kota Bandung, nama Raden Otto Iskandardinata sangat harum. Keberanian dan suara lantangnya saat memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia tak perlu diragukan lagi. BACA JUGA Cinta Inggit Garnasih Antarkan Indonesia ke Gerbang Kemerdekaan Nama Otto Iskandardinata diabadikan sebagai nama jalan utama di Kota Bandung. Jalan Otto Iskandardinata membentang dari depan Gedung Negara Pakuan, rumah dinas Gubernur Jabar hingga Tegallega. Tak hanya di Kota Bandung, Otto Iskandardinata juga diabadikan sebagai nama jalan di beberapa daerah di Indonesia. BACA JUGA Cinta Inggit Garnasih Antarkan Indonesia ke Gerbang Kemerdekaan Bahkan, julukan tokoh ini Si Jalak Harupat pun dipakai sebagai nama stadion kebanggaan warga Kabupaten Bandung, Stadion Si Jalak Harupat SJH. BACA JUGA Sunan Kalijaga, Nyai Ratu Kidul dan Kisah Rompi Ontokusumo Stadion yang kerap digunakan Persib Bandung untuk berlaga melayani tantangan lawan-lawannya ini selalu mmeberi kemenangan. Aura positif Si Jalak Harupat sebagai ayam jago yang selalu menang saat bertarung, seakan merasuki semangat para pemain persib saat berlaga di stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Nama stadion ini merupakan julukan bagi Pahlawan Nasional Otto Iskandar Dinata. Foto/PinterestDikutip dari Wikipedia dan Otto Iskandardinata lahir di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada 31 Maret 1897. Dia merupakan anak ketiga dari sembilan bersaudara dari ayah Nataatmadja, keturunan bangsawan Sunda. Otto menempuh pendidikan dasar di Hollandsch-Inlandsche School HIS Bandung. Kemudian, melanjutkan di Kweekschool Onderbouw Sekolah Guru Bagian Pertama Bandung dan Hogere Kweekschool Sekolah Guru Atas di Purworejo, Jawa selesai bersekolah, Otto menjadi guru HIS di Banjarnegara, Jawa Tengah. Pada Juli 1920, Otto pindah ke Bandung dan mengajar di HIS bersubsidi serta perkumpulan Perguruan mengajar, Otto aktif berorganisasi. Dalam berorganisasi, Otto dipercaya sebagai Wakil Ketua Budi Utomo Cabang Bandung pada periode 1921-1924, serta sebagai Wakil Ketua Budi Utomo Cabang Pekalongan pada 1924. Ketika itu, dia menjadi anggota Gemeenteraad atau Dewan Kota Pekalongan mewakili Budi Utomo.
BiografiBahasa Sunda Dewi Sartika Pahlawan Sunda Bagian 1. IBU Dewi Sartika dilahirkeurnana tanggal 4 Desember 1884 di kota Bandung.Ibuna Nyiraden Radjapermas, ari ramana Raden Somanagara, Patih Bandung duanana turunan para bupati anu tedak-tumedak ti jaman Dipati Ukur keneh nepi ka perang dunya kadua. Ia lahir pada tahun 1848 dari

ï»żIndonesia BIOGRAFI TOKOH SUNDA Raden Otto Iskandar Dinata Lahir di Bandung, pada tanggal 31 Maret 1897. Wafat di Banten, antara Oktober sampai 20 Desember 1945. Setelah menamatkan pendidikannya di HIS SD di Bandung, Raden Otto iskandardinata melanjutkan ke sekolah guru di Purworejo. Setelah selesai ia diangkat sebagai guru di Banjarnegara. Lalu dipindahkan ke Pekalongan. Di Pekalongan, Otto diangkat sebagai wakil Budi Utomo dalam dewan kota. Karena sikapnya yang selalu membela rakyat kecil dan mengkritik pengusaha-pengusaha Belanda, ia kemudian berselisih paham dengan Residen Pekalongan. akibatnya, ia kemudian dipindahkan ke Jakarta, dan mengajar di Sekolah Muhammadiyah. selain sebagai guru, ya juga bergabung dengan paguyuban Pasundan yang didirikannya bersama-sama dengan dr. Kusuma Sujuna tahun 1914. Ketika Otto kemudian diangkat sebagai ketua dan paguyuban Pasundan berubah menjadi partai yang berhaluan koperasi, organisasi tersebut menjadi maju dengan pesat. Pada tahun 1930, Otto Iskandar Dinata diangkat menjadi anggota Volksraad sebagai wakil paguyuban Pasundan. Di Volksraad Otto dikenal sebagai orang yang berani mengecam pemerintah Kolonial Belanda sehingga dijuluki "si Jalak Harupat" Burung Jalak yang Berani. oto pun sering disuruh berhenti saat berpidato karena kata-katanya yang keras dan berani. Pada tahun 1935, Otto ditarik dari keanggotaan Volksraad. Paguyuban Pasundan kemudian bergabung dengan Gabungan Politik Indonesia GAPI. Setelah organisasi GAPI dilarang pada masa pendudukan Jepang, kegiatan Otto adalah mendirikan penerbitan surat kabar _Cahaya_ sebagai ganti harian _Sipatahunan_ yang dilarang terbit pada tahun 1942. Otto pernah menjadi anggota Chou Sangi In. Pernah pula menjadi anggota PPKI. Ia juga sering bertukar pikiran dengan Gatot Mangkupraja mengenai pembentukan PETA. sesudah Proklamasi Kemerdekaan, Otto diangkat menjadi menteri negara dan ikut membentuk BKR. Pada akhir Oktober 1945, Otto Iskandar Dinata diculik oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab setelah sebelumnya ia menerima telepon untuk datang ke Jakarta. Pada waktu itu memang sering terjadi peristiwa penculikan tanpa maksud maksud yang jelas. Demikian pula dengan Otto yang diculik oleh Laskar Hitam tanpa sebab dan maksud yang jelas. Jenazah Otto kemudian ditemukan pada tanggal 20 Desember 1945 di Pantai Mauk, Tangerang. BIOGRAFI TOKOH SUNDA RadĂ©n Otto Iskandar Dinata Dilahirkeun di Bandung, 31 Maret 1897. Pupusna di Banten, antara Oktober jeung 20 DĂ©sĂ©mber 1945. Sanggeus rĂ©ngsĂ© atikan di HIS SD di Bandung, RadĂ©n Otto Iskandardinata nuluykeun ka sakola guru di Purworejo. Sanggeus rĂ©ngsĂ© anjeunna diangkat jadi guru di Banjarnegara. Teras ngalih ka Pekalongan. Di Pekalongan, Otto diangkat jadi wakil Budi Utomo di dewan kota. Lantaran sikepna sok ngabela rahayat leutik jeung ngiritik pangusaha Walanda, saterusna manĂ©hna teu satuju jeung Residen Pekalongan. Hasilna, anjeunna lajeng dipindahkeun ka Jakarta, sarta ngajar di Sakola Muhammadiyah. sajaba ti jadi guru, manĂ©hna ogĂ© milu ka masarakat Pasundan anu diadegkeunana babarengan jeung dr. Kusuma Sujuna dina warsih 1914. Sabada Otto diangkat jadi pupuhu sarta masarakat Pasundan robah jadi partĂ©y koperasi, organisasi Ă©ta mekar pesat. Taun 1930, Otto Iskandar Dinata diangkat jadi anggota Volksraad minangka wawakil masarakat Pasundan. Dina Volksraad Otto katelah jalma anu wani ngiritik pamarĂ©ntah kolonial Walanda, ku kituna manĂ©hna dijuluki "Jalak Harupat" Jalak Berani. Oto mindeng dititah eureun salila biantara lantaran kecap-kecapna anu kuat tur gagah. Taun 1935, Otto ditarik tina kaanggotaan Pasundan saterusna ngagabung jeung Persatuan Politik IndonĂ©sia GAPI. Sanggeus organisasi GAPI dilarang dina mangsa penjajahan Jepang, kagiatan Otto ngadegkeun penerbitan koran _Cahaya_ tinimbang harian _Sipatahunan_ nu dilarang taun 1942. Otto kungsi jadi anggota Chou Sangi In. Anjeunna oge anggota PPKI. ManĂ©hna ogĂ© remen silih tukeur pamanggih jeung Gatot Mangkupraja ngeunaan pembentukan PETA. Sanggeus Proklamasi Kamerdikaan, Otto diangkat jadi menteri nagara jeung mantuan ngawangun BKR. Dina ahir Oktober 1945, Otto Iskandar Dinata diculik ku jalma-jalma nu teu boga tanggung jawab sanggeus samĂ©mĂ©hna narima telepon pikeun datang ka Jakarta. Dina waktos Ă©ta, penculikan sering lumangsung tanpa tujuan anu jelas. Kitu deui jeung Otto anu diculik ku Pahlawan Hideung tanpa alesan jeung tujuan anu jelas. Layon Otto saterusna kapanggih dina tanggal 20 DĂ©sĂ©mber 1945 di Basisir Mauk, Tangerang.

KehidupanAwal [ sunting | sunting sumber] Otto Iskandardinata lahir 31 Maret 1897 di Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Ayah Otto merupakan keturunan bangsawan Sunda bernama Nataatmadja dan Otto merupakan anak ketiga dari sembilan bersaudara. [2]
Sikap otto iskandar dinata1. Sikap otto iskandar dinata2. Apa perjuangan Otto Iskandar Dinata3. siapakah sosok Otto Iskandar Dinata ?​4. Sikap yang harus kita teladani dari otto iskandar dinata5. perjuangan r Otto Iskandar Dinata6. saha otto iskandar dinata teh????​7. riwayat hidup otto iskandar dinata8. Apa perjuangan Otto Iskandar Dinata9. Jelaskan peranan otto iskandar dinata10. sifat otto iskandar dinata ?11. usaha yang dilakukan oleh otto iskandar dinata12. karya otto iskandar dinata??13. Pertanyaan Mudah 1Pelajaran pertanyaan berikut ini ! 1. Otto Iskandar Di Nata kelahiran di ? 2. Kebangsaan apa Otto Iskandar Di Nata ? 3. Otto Iskandar Di Nata dib*nuh pada tanggal ? 4. Otto Iskandar Di Nata memiliki sebuah julukan yaitu julukan ? Ayo lumayan nih 13 Point​14. istri otto iskandar dinata?????????????15. otto iskandar dinata dapat julukan 1. Sikap otto iskandar dinata baik, maaf kalau salah 2. Apa perjuangan Otto Iskandar Dinata lahir di Bandung, Jawa Barat, 31 Maret 1897 – meninggal di Mauk, Tangerang, Banten, 20 Desember 1945 pada umur 48 tahun adalah salah satu Pahlawan Nasional Indonesia. Ia mendapat nama julukan si Jalak Harupat. Sebab meninggalDibunuh Laskar jasadTidak pernah Pasir Pahlawan, Lembang, lainSi Jalak HarupatPekerjaanMenteri Negara pada kabinet yang pertama Republik Indonesia tahun Utomo, Wakil Ketua Bandung, 1921-1924Budi Utomo, Wakil Ketua Pekalongan, 1924Anggota Gemeenteraad PekalonganPaguyuban Pasundan, Sekretaris Pengurus Besar, 1928. Ketua 1929-1942.[1]Anggota Volksraad, surat kabar Tjahaja 1942-1945Anggota BPUPKIAnggota PPKIKota asalBojongsoang, BandungKerabatDicky IskandardinataNurkurniati Aisyah Dewi cicitPenghargaanPahlawan NasionalEtnisSunda maaf kalau salah 3. siapakah sosok Otto Iskandar Dinata ?​Jawabansalah satu pahlawan nasional IndonesiaPenjelasanRaden Otto Iskandardinata Sunda ἛáźȘἓáźȘ. ἇἒáźȘἒἧ ἄ἞áźȘἊἔáźȘ៓េ៓ៀ។្, Latin Rd. Otto Iskandardinata; lahir di Bandung, Jawa Barat, 31 Maret 1897 – meninggal di Mauk, Tangerang, Banten, 20 Desember 1945 pada umur 48 tahun adalah salah satu Pahlawan Nasional Indonesia. Ia mendapat nama julukan si Jalak Iskandar Dinata adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia yang mendapat julukan sebagai Si Jalak Harupat dia adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia yang berjasaPenjelasanSemoga bermanfaat dan semoga membantu 4. Sikap yang harus kita teladani dari otto iskandar dinata tanggung jawab berani dan gagah 5. perjuangan r Otto Iskandar Dinata .Saat bertugas di Pekalongan pada tahun 1925, Otto terjun ke organisasi Budi Utomo. Aktivitasnya dalam organisasi Budi Utomo menarik perhatian masyarakat Pekalongan. Karena itulah dia dipercaya menjadi anggota Gemeenteraad Dewan Kota Pekalongan mewakili Budi sebagai anggota Dewan Kota, Otto berjuang memperbaiki kehidupan rakyat. Tanpa tedeng aling-aling, ia membeberkan praktik-praktik buruk yang dilakukan pemerintah jajahan terhadap dan gugatan-gugatan yang dilancarkan Otto tidak diterima Residen Pekalongan, seorang Belanda. Tapi, Otto tidak mau mengalah. Semua anggota Dewan Kota mendukungnya. Peristiwa itu berakhir dengan dipindahkannya residen ke tempat lain. 6. saha otto iskandar dinata teh????​Penjelasanya... pahlawan maaf kalau salah ya + 7. riwayat hidup otto iskandar dinata Raden Otto Iskandardinata Sunda ἛáźȘἓáźȘ. ... Otto Iskandardinata; lahir di Bandung, Jawa Barat, 31 Maret 1897 – meninggal di Mauk, Tangerang, Banten, 20 Desember 1945 pada umur 48 tahun adalah salah satu Pahlawan Nasional Indonesia. Ia mendapat nama julukan si Jalak Harupat. 8. Apa perjuangan Otto Iskandar DinataJawabanuntuk memerdekakan bangsa indonesiaPenjelasanmaaf kalo salh yaJawabanuntuk membuat Indonesia merdeka 9. Jelaskan peranan otto iskandar dinata Otto Iskandar Dinata adalah anggota BPUPKI yang mengusulkan Ir. Soekarno dan Moh. Hatta menjadi Presiden dan Wapres pertamaMaaf kalau salahPeran Otto Iskandar Dinata adalah Anggota BPUPKI Yang mengusulkan Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta menjadi presiden dan wakil presiden pertama.Semoga Membantu & Mohon Maaf Jika Ada Kesalahan Pada Jawaban===== Jadikan Aku Sebagai Yang Terbaik Ya Kk ===== 10. sifat otto iskandar dinata ? sikap yang di miliki oleh biografi otto iskandar dinata diantaranya pintar , suka memberontak dan jujurPandai,nemiliki sifat jujur,suka memberontak dengan kejahatan 11. usaha yang dilakukan oleh otto iskandar dinata yang dilkukan oleh iskandar dinata pada sidang PPKI adalah menyampaikan pendapat debgan cara aklamasi 12. karya otto iskandar dinata??Tugasnya ialah mempersiapkan BKR dari laskar-laskar rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia. Langkah yang diambil Otto saat melaksanakan tugas menyebakan rasa tidak puas dari salah satu laskar. Laskar Hitam menculiknya hingga kemudian hilang dan diperkirakan terbunuh di daerah Banten pada 20 Desember MEMBANTU 13. Pertanyaan Mudah 1Pelajaran pertanyaan berikut ini ! 1. Otto Iskandar Di Nata kelahiran di ? 2. Kebangsaan apa Otto Iskandar Di Nata ? 3. Otto Iskandar Di Nata dib*nuh pada tanggal ? 4. Otto Iskandar Di Nata memiliki sebuah julukan yaitu julukan ? Ayo lumayan nih 13 Point​Jawaban - Bandung atau Hindia desember 1945 tambahan jasadnya tidak pernah Jalak Harupat Ini jawabannya ya semoga bermanfaat ^_^ 14. istri otto iskandar dinata????????????? Raden Ajeng Sukirah merupakan istri dari Otto Iskandar Dinata 15. otto iskandar dinata dapat julukan Si jalak harupat,,,,,
Ottojuga menjadi anggota volksraad (dewan rakyat) yang dibentuk pada masa hindia Biografi Oto Iskandar Dinata Bahasa Sunda : Pencarian Artikel Perpusnas Ri : Oto juga aktif pada organisasi budaya sunda bernama paguyuban pasundan.. Oto juga aktif pada organisasi budaya sunda bernama paguyuban pasundan. Otto juga menjadi anggota volksraad
0% found this document useful 0 votes3K views2 pagesCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes3K views2 pagesBiografi Otto Iskandar Dinata Versi Bahasa SundaJump to Page You are on page 1of 2 You're Reading a Free Preview Page 2 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.

KumpulanPahlawan sunda dalam bahasa sunda Pahlawan sunda 1. OTTO ISKANDAR DINATA Awal Kahirupan Oto Iskandar di Nata dibabarkeun dina tanggal 31 Maret 1897 di Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Biografi Toha dilahirkan di Jalan Banceuy, Désa Suniaraja, Dayeuh Bandung dina warsih 1927. Bapana ngaranna Suganda sarta indungna anu

JAKARTA – Meskipun populer dan nyaring didengar, tapi jarang dikenal. Demikianlah gambaran dari sosok pahlawan nasional asal Muhammadiyah, Otto Iskandardinata. Wajahnya tercetak pada lembar mata uang Rupiah pecahan 20 ribu, emisi tahun 2004 hingga 2021. Sedangkan namanya dipakai sebagai salah satu ruas jalan paling ramai dan terkenal di Jakarta dan Bandung, yaitu jalan Otista Otto Iskandardinata. Tapi siapa yang kenal perjuangannya untuk bangsa Indonesia? Jejak Otto tertinggal dalam sejarah perjalanan kemerdekaan, berdirinya PSSI Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia, hingga berdirinya TNI Tentara Nasional Indonesia. Ayam Jantan dari Bumi Pasundan Raden Otto Iskandardinata lahir pada 31 Maret 1897 di Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Ayahnya, Haji Rachmat Adam adalah keturunan bangsawan Sunda bernama Nataatmadja. Privilege dari keluarga bangsawan menjadikannya menempuh pendidikan terbaik. Setelah tamat pendidikan dasar di Hollandsch-Inlandsche School HIS Bandung, Otto melanjutkan ke Kweekschool Onderbouw Sekolah Guru Bagian Pertama Bandung. Setelah itu, dirinya pindah ke Pekalongan untuk menempuh pendidikan di Hogere Kweekschool Sekolah Guru Atas di Purworejo, Jawa Tengah dan sempat mengajar di HIS Banjarnegara. Perjuangan lewat pendidikan dilakukan Otto karena dia beranggapan bahwa bangsa Indonesia akan merdeka dari penjajahan jika mereka berhasil diubah menjadi bangsa yang berilmu, demikian pendapat Edi Kandhani dalam Sejarah 20 Desember Wafatnya Si Jalak Harupat’ Otto Iskandar Dinata. Usai menempuh pendidikan, Otto kembali ke Bandung pada Juli 1920. Di sana dia menjadi guru di HIS dan Perguruan Rakyat. Di Bandung, Otto menjabat sebagai Wakil Ketua Budi Utomo BU cabang Bandung pada periode 1921-1924. Pergerakannya dengan Budi Utomo membuatnya kembali ke Pekalongan dan menjadi Wakil Ketua BU Cabang Pekalongan di tahun 1924 sekaligus menjadi anggota dewan rakyat, Gemeenteraad semacam DPRD. Semenjak kecil, Otto memiliki nyali yang tinggi dan tidak suka berbasa-basi. Sejak menjadi siswa, Otto juga sering menunjukkan kritik terang-terangan terhadap diskriminasi antara anak pribumi dan anak Belanda dalam pendidikan. Hal inilah yang menjadikan dirinya dijuluki sebagai Si Jalak Harupat’, demikian ungkap Nina H. Lubis dalam Si Jalak Harupat, Biografi Otto Iskandardinata 2003. Di Pekalongan nampaknya julukan Si Jalak Harupat’ semakin melekat. Jalak Harupat adalah sebutan untuk jenis ayam jantan dalam bahasa Sunda yang dimitoskan sebagai ayam yang kuat, pemberani, nyaring saat berkokok, selalu menang saat diadu. Selama di Gemeenteraad, Otto yang bernyali tinggi dan tidak suka basa-basi kerap mengkritik pengusaha perkebunan Belanda yang sering bertindak kasar terhadap para pribumi. Tidak hanya rajin bersuara, Otto juga mendirikan Sekolah Kartini untuk mendidik para remaja puteri di Pekalongan. Sikap ini membuat Otto berselisih dengan Residen Pekalongan dan dianggap membahayakan oleh pemerintah kolonial akibat banyaknya masyarakat Pekalongan yang simpatik. Itulah alasan mengapa Otto kemudian dipindahkan ke Batavia. Mengajar di Muhammadiyah, Menapak Jejak di Persija dan PSSI Setibanya di Batavia menjelang tahun 1928, dirinya berusia 30 tahun. Otto bergabung dengan Muhammadiyah dan menjadi guru SMA Algemene Middelbare School AMS Muhammadiyah di Jalan Kramat Raya 49. Di tempat inilah, dirinya menjadi Kepala Sekolah dan mengajak kader Muhammadiyah lain yang juga pahlawan nasional, Ir. Djuanda Kartawidjaja mengabdi menjadi guru pada tahun 1933. Otto juga-lah yang nanti memberi rekomendasi Djuanda untuk menjadi direktur atau kepala sekolah tersebut. Demikian ungkap Arya Ajisaka dalam Mengenal Pahlawan Indonesia 2008. Selama di Jakarta, Otto juga menjadi tokoh kunci Paguyuban Pasundan. Sebagai sosok pecinta sepakbola, Otto menggunakan olahraga ini sebagai salah satu alat perjuangan kemerdekaan. Maka tak heran ketika saat itu masih dalam semangat Sumpah Pemuda 1928, Otto mengizinkan gedung tempatnya mengajar dijadikan tempat rapat pendirian VIJ Voetbalbond Indonesia Jacatra atau cikal bakal Persatuan Sepakbola Jakarta Persija. Rapat tertanggal 20 Oktober 1929 yang dihadiri Mohammad Hoesni Thamrin, dan pendiri VIJ, Soeri adalah wujud Muhammadiyah membantu perjuangan Bangsa Indonesia melawan penjajah lewat sepak bola. Demikian sebut Ario Yosia dalam Feature Persija Muhammadiyah. Di Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia PSSI, Otto tidak masuk dalam jajaran pengurus, melainkan bergerak mandiri dengan mengelola Majalah Olahraga yang aktif memberitakan kegiatan PSSI sejak 1930 dengan bumbu nasionalisme. Anggota BPUPK dan Pengusul Nama Soekarno Sebagai Presiden RI Selama mengajar di Muhammadiyah, Otto ditarik menjadi anggota Volksraad semacam DPR pada 1935. Di masa penjajahan Jepang, Otto menjadi pemimpin surat kabar Tjahaja yang didirikan sebagai reaksi atas pembredelan surat kabar Sipatahunan 1942. Menjelang Proklamasi Kemerdekaan, Otto menjabat dalam Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia PPKI. Dalam kapasitasnya sebagai anggota panitia itu, dia turut serta menyusun Undang-Undang Dasar 1945. Selama menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan BPUPK, Otto merupakan sosok pertama yang mengusulkan Soekarno sebagai presiden dan kemudian diterimas secara aklamasi oleh anggota BPUPK lainnya yang mayoritas muslim dan santri, demikian tulis Abdul Munir Mulkhan dalam Marhaenis Muhammadiyah 2010. Syahid Dibunuh, Akhir Hidup Si Jalak Harupat Setelah Indonesia merdeka, Otto menjabat sebagai Menteri Negara dalam Kabinet Presidensil pertama yang bertugas mempersiapkan terbentuknya BKR dari laskar-laskar rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia. Badan Keamanan Rakyat BKR merupakan cikal bakal Tentara Nasional Indonesia TNI. Secara garis besar, saat itu laskar-laskar mayoritas terbelah menjadi dua poros, yakni para pasukan bekas didikan Jepang, Heiho Pembela Tanah Air dan pasukan desersi dari militer Belanda KNIL. Ketegasannya dalam gagasan penyatuan dua kubu berbeda ini di dalam BKR ditengarai menjadi api pemantik dibunuhnya Otto Iskandardinata. Akibat fitnah yang diterimanya sebagai anggota mata-mata Belanda, sekumpulan prajurit berpakaian hitam-hitam Laskar Hitam menculiknya pada hari Rabu jam 5 sore tanggal 19 Desember 1945. Pasukan yang datang menggunakan truk dari Tangerang itu membawa Otto ke pantai Desa Ketapang, sekira 2 Km dari dari Mauk. Bersama tawanan lain bernama Hasbi, Otto disiksa dengan tangan terikat lalu dibunuh dan mayat mereka dibuang ke laut. Mayatnya pun tak pernah ditemukan, demikian ungkap harian Pikiran Rakjat tertanggal 20 Desember 1952. Pembunuhan Otto sulit dicegah, apalagi saat itu Indonesia dalam keadaan genting. Di waktu yang sama, sore hari 19 Desember 1945, terjadi pertempuran Karawang-Bekasi dan peperangan di beberapa daerah lainnya. Kematian, penculikan dan pembunuhan para tokoh pemimpin pemerintahan di Jawa Barat juga sering terjadi di masa itu 1945, demikian catat kantor berita Antara tanggal 22 Desember 1952. Pemerintah Indonesia, akhirnya menetapkan tanggal 20 Desember 1945 sebagai tanggal kematian Si Jalak Harupat. Meski jenazahnya tidak pernah ditemukan, pemakaman kembali secara simbolik dilakukan di Taman Bahagia, Lembang pada 21 Desember 1952. Pasir dan air laut pantai Mauk dimasukkan dalam peti sebagai simbol jenazah Otto Iskandardinata. Pemakaman sendiri disaksikan oleh sahabatnya, Djuanda yang kala itu menjabat sebagai Menteri Perhubungan. Otto Iskandardinata diangkat sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 088/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973. Selain sebuah “Monumen Pasir Pahlawan” di Lembang didirikan untuk mengenang dirinya, kegagahan namanya menjelma menjadi nama sebuah stadion olahraga di desa Kopo dan Cibodas, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, yaitu Stadion Si Jalak Harupat. Hits 377 SaudagarBandoeng, 1906—1930an 101 Vol. 14 No. 1 April 2018 Sejak peristiwa itu Bandung tidak memiliki pasar, sehingga para pedagang menyebar menjajakan dagangannya di sekitar alun-alun, Grootepost-Weg, Cibadak-weg, Pangeran Sumedang-weg (kini Jl. Otto Iskandar Dinata), Jl. ABC, Suniaraja, dan di sekitar stasiun kereta api.8 Setelah pasar lama Ciguriang itu habis terbakar,

Uploaded bykaiyla amirah zahra 0% found this document useful 0 votes114 views1 pageDescriptionbiografi pahlawan bahasa sundaOriginal Titlebiografi oto iskandar dinataCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes114 views1 pageBiografi Oto Iskandar DinataOriginal Titlebiografi oto iskandar dinataUploaded bykaiyla amirah zahra Descriptionbiografi pahlawan bahasa sundaFull descriptionJump to Page You are on page 1of 1Search inside document Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.

SutardjoKartohadikusumo, Mr. A.A. Maramis, R. Otto Iskandar Dinata, Drs. Muh. Hatta. Pada Tanggal 22 Juni 1945 diadakan rapat gabungan antara Panitia Kecil, denganpara anggota BPUPKI yang berdomisili di Jakarta. Hasil yang dicapai antara laindisetujuinya dibentuknya sebuah Panitia Kecil Penyelidik Usul-Usul/Perumus DasarNegara, yang terdiri atas
Otto Iskandar Dinata adalah pahlawan nasional yang dijuluki Si Jalak Harupat. Pria yang lahir pada 31 Maret 1897 merupakan putra dari Raden Haji Rachmat Adam seorang kepala desa di mnempuh pendidiknannya di Hollandsch-Inlandsche School yang kemudian melanjutkannya ke Hollandsch-Inlandsche School. Setelah lulus, Otto melanjutkan sekolahnya di sekolah guru Hogere Kweekschool. Kemudian Otto menjadi guru HIS di Banjarnegara, Jawa 1920, Otto kemudian pindah ke Bandung. Pada masa pergerakan kemerdekaan, Otto pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Budi Utomo cabang Bandung periode 1921 hingga 1924. Selain itu, Otto juga aktif di organisasi budaya Sunda, Paguyuban masa kemerdekaan, Otto erlibat dalam keanggotaan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia PPKI sebagai pengganti BPUPKI. Setelah Indonesia merdeka, Otto menjabat sebagai menteri negara yang pertama bersama Mohammad Amir, Wahid Hasyim, Mr. Sartono, dan itu Otto bertugas mempersiapkan Badan Keamanan Rakyat BKR dari laskar-laskar yang tersebar di Indonesia. Dalam tugasnya, Otto menimbulkan ketidakpuasan dari beberapa kalangan hingga diperkirakan dia diculiksalah satu laskar yang bermarkas di Tangerang. Kemudian 19 Desember 1945, dan dibawa ke suatu tempat di pesisir Pantai Mauk. Jenazahnya tidak pernah ditemukan, hingga akhirnya pemerintah menetapkan menetapkan 20 Desember 1945 sebagai tanggal 6 November 1973 Otto ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 088/TK/Tahun 1973. Nama Otto Iskandar Dinata sering dijadikan nama jalan di berbagai kota di Indonesia. Bahkan, nama Si Jalak Harupat dijadikan nama stadion di Kabupaten Bandung, tanah tempat lahir Iskandar Dinata Misteri Kematian Jagoan dari Bojongsoang Hakim Abdul (2016) Infografi pendidikan Tahun 2015/2016. Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. ISBN 9794016209. Hakim, Lukmanul and Hartini, Hartini and Yudiastini, Ni Made and Mariani, Kilep and Sufiana, Arman (2016) Ensiklopedia Bahasa Sasak. - Oto Iskandar Di Nata atau Raden Otto Iskandardinata merupakan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia yang dijuluki si Jalak Harupat. Jalak Harupat adalah sebutan untuk ayam jantan yang dimitoskan sebagai ayam yang kuat, pemberani, dan selalu menang saat diadu. Karena jiwa pemberani yang dimiliki Oto Iskandar Di Nata, ia pun diberi julukan tersebut. Baca juga Budi Utomo Pembentukan, Perkembangan, Tujuan, dan Akhir Kehidupan Oto Iskandar Di Nata merupakan anak bungsu dari Raden Haji Adam Rahmat dan Siti Hidayah yang lahir pada 31 Maret 1897 di Bojongsoang, Jawa Barat. Ia menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Guru Atas. Setelah itu, ia mengabdikan dirinya untuk menjadi seorang guru di Hollandsch Inlandse School HIS Banjarnegara. Dalam jabatannya sebagai seorang guru, Oto menyalurkan perhatiannya di bidang pergerakan nasional. Pada tahun 1928, Oto memprakarsai berdirinya Sekolah Kartini dan mendirikan Paguyuban Pasundan dan Bank Pasundan. Dua tahun kemudian, 1930, ia terpilih untuk menjadi anggota Volksraad Dewan Rakyat yang mewakili Paguyuban Pasundan. Saat ia menjadi anggota Volksraad, Oto berani mengecam pemerintah kolonial Belanda, sehingga ia mendapatkan julukan Si Jalak Harupat, artinya Burung Jalak yang Berani. Baca juga Tokoh-tokoh Panitia Sembilan Paguyuban Pasundan Paguyuban Pasundan adalah organisasi budaya Sunda yang berdiri pada 20 Juli 1913 dan sampai saat ini masih berdiri, sehingga disebut sebagai organisasi tertua. Organisasi ini bergerak dalam bidang pendidikan, sosial-budaya, politik, ekonomi, dan pemberdayaan perempuan. Tujuan Paguyuban Pasundan adalah untuk melestarikan budaya Sunda yang tidak hanya melibatkan orang Sunda saja, melainkan semua yang mempunyai kepedulian akan budaya Sunda. Dalam Paguyuban Pasundan ini Oto menjabat sebagai Sekretaris Pengurus Besar tahun 1928 dan menjadi ketua sejak 1929 sampai 1942. Baca juga Sejarah Perumusan Pancasila Pembentukan BPUPKI Budi Utomo Pada bulan Juli 1920, setelah ia menjabat sebagi guru di HIS, Oto dipindahtugaskan ke Bandung. Kota Bandung menjadi tempat awal di mana Oto mulai aktif dalam dunia politik. Tiga tahun kemudian, Oto kembali dipindah ke Pekalongan, tempat di mana ia mulai lebih banyak dikenal oleh masyarakat. Saat bertugas di Pekalongan tahun 1925, Oto terjun ke organisasi Budi Utomo. Berkat aktivitasnya yang menarik perhatian masyarakat Pekalongan, Oto pun dipercaya untuk menjadi anggota Gemeenteraad Dewan Kota Pekalongan mewakili Budi Utomo. Ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Budi Utomo cabang Pekalongan dan merangkap sebagai Komisaris Hoofdbestuur Budi Utomo. Saat aktif di organisasi ini, aktivitas Oto terus diawasi oleh pemerintah. Oto yang menyadari bahwa sedang diawasi justru mengajak sang reserse, mata-mata, untuk ikut bergabung dalam rapat tersebut. Baca juga ASEAN Tokoh, Prinsip, dan Anggota Kecaman Dipercayai sebagai anggota Dewan Kota, Oto berusaha untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Ia berani membeberkan praktik-praktik buruk yang dilakukan oleh pemerintah jajahan terhadap rakyat Indonesia. Namun, kecaman yang Oto berikan ini tidaklah diterima oleh Residen Pekalongan, seorang Belanda. Meskipun demikian, dukungan seluruh anggota Dewan Kota tetap tertuju pada Oto. Semua peristiwa ini kemudian berakhir, karena Oto dipindahkan ke residen lain. Baca juga Uni Soviet Sejarah, Ekonomi, dan Pembubaran Penculikan Pada masa penjajahan jepang, Oto menjadi pemimpin surat kabar Tjahaja pada tahun 1942 sampai 1945. Kemudian, ia diangkat menjadi anggota BPUPKI dan PPKI. Setelah Indonesia dinyatakan merdeka, PPKI melakukan sidang untuk mengesahkan UUD 1945. Oto kemudian menjabat sebagai Menteri Negara pada kabinet pertama Republik Indonesia tahun 1945. Ia bertugas untuk melakukan persiapan pembentukan Badan Keamanan Rakyat BKR dari laskar-laskar rakyat yang tersebar di Indonesia. Namun, langkah yang diambil oleh Oto ini menimbulkan ketidakpuasan pada salah satu BKR sehingga ia pun menjadi korban penculikan sekelompok orang bernama Laskar Hitam. Sejak saat itu, Oto menghilang dan diperkirakan terbunuh di daerah Banten pada 20 Desember 1945. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. RadenOto Iskandar di Nata (lahir di Bandung, Jawa Barat, 31 Maret 1897 – wafat di Mauk, Tangerang, Banten, 20 Desember 1945 pada umur 48 tahun) adalah salah satu Pahlawan Nasional Indonesia.Ia mendapat julukan si Jalak Harupat.Selain itu ia juga mantan ketua organisasi Paguyuban Pasundan (1929-1942) dan anggota Volksraad, DPR pada masa Hindia

Oleh Iip Yahya “Bagaimana cara pemindahan kekuasaan dapat dilakukan?” tanya Oto Iskandar di Nata kepada Soekarno. “Ini bukan pemindahan,” jawab Soekarno. “Tindakan itu akan bersifat penyerahan’.” Oto tetap menginginkan kata “pemindahan”, karena tidak mengandung paksaan. Akhirnya, kata “pemindahan” disepakati bersama. Sebelumnya kata tersebut diubah Soekarno dengan kata “penyerahan”. KUTIPAN dialog di atas menunjukkan adanya fakta kehadiran Oto Iskandar di Nata dalam rapat perumusan naskah proklamasi, Jumat, 17 Agustus 1945. BM Diah sebagai pelaku sejarah, merekam peristiwa penting itu dalam bukunya, “Angakatan Baru 45” 1983, h. 243-44. Selain Oto, tokoh asal Sunda lainnya yang memberi masukan adalah Iwa Kusumasumantri. Menyusul disepakatinya kata “pemindahan”, maka Iwa menyarankan kata “diselenggarakan” untuk menggantikan kata “diusahakan”. Coretan-coretan dalam naskah asli tulisan tangan Soekarno yang berhasil diselamatkan Diah, mengabadikan dinamika rapat pada dinihari itu. Dengan kesaksian BM Diah ini, kita diingatkan bahwa Oto terlibat dalam hampir semua peristiwa paling menentukan menjelang kemerdekaan RI. Selain ikut merumuskan naskah proklamasi, sebagaimana sudah popular, Oto ikut “menentukan” presiden dan wakil presiden RI yang pertama melalui sidang PPKI. Dengan keterlibatan yang sangat mendalam itu, menjadi aneh ketika di kemudian hari ada sejumlah pihak yang meyakini bahwa Oto berkhianat pada Repubik Indonesia. Ada yang menyebutnya sebagai mata-mata sekutu/NICA, ada juga yang menuduhnya menjual kota Bandung. Priyatna Abdurrasyid, seorang pelaku sejarah dalam peristiwa Bandung Lautan Api, dalam memoar yang dituturkannya kepada Ramadhan KH 2001 mengutarakan, “Mundurnya pasukan dari Bandung yang dikosongkan ternyata kemudian dikambinghitamkan kepada Oto Iskandar di Nata yang pada saat itu diculik oleh pasukan tak dikenal dan dibunuh di Mauk, Tangerang”. Menurut Priyatna, selain informasi yang simpang siur tentang ditangkapnya Oto, kabar itu disertai pula tuduhan bahwa Oto telah menjual Bandung kepada Sekutu. Sebagai prajurit muda, Priyatna tak bisa mengerti adanya fitnah itu. Ia hanya bisa merasakan bahwa tuduhan itu sebagai bagian dari permainan politik tingkat tinggi. Sampai hari ini masih ada yang meyakini bahwa Oto benar-benar berkhianat. Hal ini menunjukkan fitnah terhadap Oto itu terkesan “dipelihara”. Tuduhan itu, sekalipun tidak terbuka dan tertulis, seolah-olah kebenaran sejarah yang terus diwariskan dan tidak pernah ada klarifikasi dari pihak-pihak yang melakukannya. Padahal tuduhan itu tidak pernah bisa dibuktikan. Sementara Oto sebagai tertuduh, telah mengalami nasib yang menggenaskan dan keluarganya dalam waktu yang cukup lama harus menjalani hidup yang “sengsara”. Memoar dr. Djundjunan Setiakusumah 2002 bisa sedikit membantu dalam upaya menemukan pelaku fitnah atas Oto. Menurut Djundjunan, suatu hari di penghujung 1945, di rumah sakit Situsaeur tempatnya bertugas, ia menerima secarik kertas yang di dalamnya tertulis nama-nama orang Sunda yang akan diculik oleh suatu golongan pemuda. Nama-nama itu semuanya bekas pengurus Paguyuban Pasundan, yaitu Puradiredja, Oto Iskandar di Nata, Nitisomantri, Ukar Bratakausumah, Djundjunan, Oto Subrata, dan Adjat Sudradjat. Setelah menerima daftar itu, Djundjunan segera melapor kepada walikota dan residen, tetapi kurang mendapatkan tanggapan. Dan daftar itu ternyata benar adanya dengan munculnya serangkaian penculikan. “Oto Iskandar di Nata diuber-uber. Baru tertangkap di Master Cornelis dengan tipu muslihat,” papar Djundjunan. Siapakah golongan pemuda yang dimaksud Djundjunan? Bagaimana sebenarnya duduk perkara yang membuat Oto difitnah sebagai mata-mata Sekutu/NICA dan menjual kota Bandung satu miliun? Awalnya adalah pertemuan Oto dengan Kusna Poeradiredja di Jakarta, di rumah Ijos Wiriaatmadja. Kusna pada waktu itu meyakini bahwa NICA akan menang perang sehingga ia memilih berada di pihak NICA. Karena Kusna mantan tokoh JOP organ pemuda dalam paguyuban Pasundan, Oto meminta Ukar Bratakusumah, kawan seangkatannya, agar menemui Kusna untuk dapat dibujuk memihak republik. Akan tetapi kedua pemuda itu tidak berhasil menemukan titik temu, Kusna tetap di pihak NICA. Peristiwa tersebut dicatat dalam biografi Ukar yang terbit 1995. Nah, pertemuan dengan Kusna yang berseragam NICA itulah yang dijadikan dasar tuduhan mata-mata NICA kepada Oto dan Ukar. Sementara soal uang satu miliun, itu adalah pemberian seorang perwira Jepang bernama Ichiki Tatsuo. Biografi Mr. Soedjono yang disunting Soebagijo IN 1983 menjelaskan soal ini. Oto dan Ichiki akrab melalui dunia jurnalistik. Keduanya sama-sama menerbitkan majalah dwimingguan Pradjoerit, media untuk tentara PETA dan Heiho. Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, di antara para perwira Jepang yang memiliki akses pada uang rampasan, ada yang memilih untuk memberikannya kepada tokoh-tokoh Indonesia yang mereka percayai, untuk digunakan sebagai bekal perjuangan. Uang itu berasal dari rampasan perang ketika Jepang mengalahkan Belanda pada 1942, maka uangnya berupa gulden Belanda. Di kemudian hari, Ichiki yang kecewa kepada negaranya yang dinilainya “meninggalkan” Indonesia dalam agresi militer Belanda, ikut berjuang memihak RI. Ichiki juga sangat menyesali nasib Oto yang dibunuh karena menerima uang darinya. Ichiki lalu memimpin Pasukan Gerilya Istimewa di Malang. Ia gugur pada pertempuran sengit dengan pasukan Belanda di lereng gunung Semeru Selatan pada 9 Januari 1949. Sebagai penghargaan atas jasanya, 15 Pebruari 1958, ketika berkunjung ke Jepang, Presiden Soekarno menyimpan prasasti perjuangan Ichiki di Kuil Budha Shei Shoji di Minatoku, Tokyo. Dengan demikian, tuduhan bahwa Oto menjadi mata-mata NICA dan menjual Bandung adalah tuduhan yang gegabah dan semena-mena. Dua fitnah yang jelas merugikan nama baik Oto dan keluarganya. Kalau sebuah hadits Nabi menyatakan “fitnah lebih kejam dari pembunuhan”, maka Oto mengalami kedua-duanya, pencemaran nama baik & pembunuhan yang sadis. Bahwa kebenaran itu akan muncul dengan caranya sendiri, dapat dirasakan dalam kasus Oto. Setelah puluhan tahun kematiannya, barulah fakta-fakta itu ditemukan dan dapat dirangkai untuk membuktikan bahwa pahlawan Sunda ini clear, bersih, tidak tercela sebagaimana difitnahkan kepadanya. Kalau memakai prinsip mafhum mukhalafah makna kesebalikan, dengan fakta yang ditemukan, bisa disimpulkan bahwa Oto adalah benar dan penuduhnya adalah salah. Jadi, para penuduhnya itulah yang sejatinya telah berkhianat kepada perjuangan RI dan kepada kepentingan Sunda. Merekalah yang telah mengambil keuntungan politik-ekonomi-sosial di atas kematian Oto dan cerai-berainya tokoh-tokoh Paguyuban Pasundan. Meminjam istilah yang terkenal sekarang, fitnah atas Oto itu “berdampak sistemik”, sebab telah memutus mata rantai sejarah Sunda dalam bingkai NKRI. Oto yang sangat berjasa dalam proses kemerdekaan RI, dicederai oleh tuduhan yang mengada-ada. Penulis adalah penyusun buku Oto Iskandar di Nata the Untold Stories.

TXREcP.
  • t5sh8as8ub.pages.dev/120
  • t5sh8as8ub.pages.dev/653
  • t5sh8as8ub.pages.dev/258
  • t5sh8as8ub.pages.dev/833
  • t5sh8as8ub.pages.dev/762
  • t5sh8as8ub.pages.dev/830
  • t5sh8as8ub.pages.dev/271
  • t5sh8as8ub.pages.dev/734
  • t5sh8as8ub.pages.dev/944
  • t5sh8as8ub.pages.dev/433
  • t5sh8as8ub.pages.dev/367
  • t5sh8as8ub.pages.dev/784
  • t5sh8as8ub.pages.dev/36
  • t5sh8as8ub.pages.dev/231
  • t5sh8as8ub.pages.dev/618
  • biografi otto iskandar dinata dalam bahasa sunda